Sempat Tuai Kontroversi, Zakir Naik Minta Maaf pada Rakyat Malaysia

Sketsanews.com, Putrajaya – Penceramah asal India, Zakir Naik sempat menjadi buah bibir di Malaysia. Pidatonya sempat jadi kontroversi, dianggap rasis di negara multi-etnis itu.

Baru-baru ini, ustaz kondang itu meminta maaf kepada rakyat Negeri Jiran. Ia menyatakan dirinya tidaklah rasis.

Ia menyebut para pengkritik telah memelintir kalimatnya, menambah “pemalsuan aneh ke dalamnya” seperti dikutip dari media Malaysia The Star, Selasa (20/8/2019).

“Meskipun saya telah mengklarifikasi diri saya sendiri, saya merasa saya berutang permintaan maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati karena kesalahpahaman ini,” kata Zakir Naik pada hari ini. “Saya tidak ingin ada di antara Anda yang menyimpan perasaan yang tidak enak pada saya.”

Dalam kesempatan itu, Naik menyebut rasisme bertentangan dengan prinsip dasar Islam. Sementara ia mengklaim dirinya memiliki misi “untuk menyebarkan perdamaian di seluruh dunia” namun harus menghadapi para “pencela yang mencoba mencegahnya menjalankan misi.”

“Seperti yang pasti Anda perhatikan selama beberapa hari terakhir, saya dituduh menyebabkan perselisihan rasial di negara ini dan para pencela saya menggunakan kalimat selektif yang diambil di luar konteks dan menambahkan pemalsuan aneh ke dalamnya,” kata sang penceramah yang kondang di platform YouTube itu.

“Itu juga membuat saya khawatir karena orang-orang yang terluka belum mendengar pidato saya tetapi mendasarkan kesan mereka pada kutipan di luar konteks saya,” lanjutnya.

Zakir Naik mengimbau warga Malaysia, khususnya non-Muslim, untuk mendengarkan pidatonya secara keseluruhan.

“Ceramah saya ada di YouTube, Peace TV, dan aplikasi seluler Peace TV,” katanya merujuk pada program yang ia dirikan dan ia kepalai sendiri.

Sketsanews.com ❱ Original Source : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: