Sentimen Agama Menjadi Titik Lemah Bagi Kemenangan Jokowi di Sumatra

Foto istimewa

Foto istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Juru Bicara Tim Koalisi Nasional ( TKN ) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengamini Banyak Pekerjaan rumah Yang Harus dikerjakan tim pemenangan di Daerah Sumatera jelang Pilpres 2019 . Sentimen agama yang masih kuat, kata Ace, menjadi titik lemah yang harus disegerakan solusinya.

“Memang ini yang masih digarap secara serius. Pak Pak Jokowi, dari analisis kami, masih kuat diserang isu sentimen agama di sana,” kata Ace seperti yang dikutip dari CNNIndonesia, Senin (11/2).

Seperti diketahui, hasil survei Celebes Research Canter, di Sumatera, elektabilitas Prabowo-Sandi 44,8 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf hanya 37,6 persen. Tren elektabilitas Prabowo-Sandi menunjukkan lonjakan dari sebelumnya tertinggal 37,1 persen pada September 2018.

Di Sumatera, kata Ace, masalah soal Jokowi anti-umat Islam melalui kebijakannya yang masih butuh penjernihan. Peran Ma’ruf Amin, kata Ace, ke depan akan lebih dioptimalkan.

“Kita tahu selama ini, Pak Jokowi mengangakat wakil dari kalangan ulama. Figur Kiai Maruf penting untuk disadari oleh para pemuka agama di sana,” katanya.

Kendati demikian, kata dia, hasil survei CRC sejatinya semakin mengukuhkan pasangan Jokowi-Ma’ruf semakin tak tertandingi.

“Pak Jokowi meraih 56,1 persen, sementara pasangan 02 hanya 31,7 persen. Hasil ini menunjukkan pasangan kami masih unggul di atas 20 persen,” ucap dia.

Ace optimistis waktu akan terus memacu meningkatkan elektabilitas agar mencapai target yang diinginkan, yaitu 70 persen.

“Kami bekerja keras agar semburan hoak dengan menggunakan metode mirip firehose dari kepalsuan di antara akar rumput dapat kami tangkal,” ujar Ace. Menurut dia, pun pemilih masih banyak yang belum menentukan pilihan yang akan berubah usai debat pilpres yang masih akan digelar empat kali jelan hari elektoral.

Survei Nasional Pemilihan Presiden 2019 terbaru dari Celebes Research Center (CRC) menunjukkan elektabilitas pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkatkan peningkatan di beberapa daerah Sumatera dan Maluku.

Sebaliknya, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin semakin menolak. Sebaliknya di Sumatera, Prabowo-Sandi unggul. Namun, elektabilitas nasional Jokowi juga masih unggul dari Prabowo.

Jokowi saat ini punya tingkat keterpilihan 56,1 persen sementara Prabowo 31,7 persen. Elektabilitas ini berbeda dari hasil survei pada September 2017 lalu. Saat itu elektabilitas Jokowi 56,2 persen dan elektabilitas Prabowo 31,3 persen. Taksiran tren menurun pada Jokowi dan peningkatan pada Prabowo tidak signifikan. (Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: