Sepekan Dicari, Remaja Ini Akhirnya Ditemukan di Rumah Sakit

Sketsanews.com, Bandar Lampung  – Seorang remaja berinisial TO, 16, warga Kecamatan Batuketulis yang sempat dilaporkan seminggu tak pulang ke rumah akhirnya ditemukan di sebuah rumah sakit Lampung Barat.

Remaja tersebut tengah menjalani perawatan akibat luka diamuk massa lantaran diduga mencuri di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, Jumat (22/2) lalu.

Menurut Rizal, 45, ayahnya, awalnya TO tidak pulang ke rumah. Lantas dia mendapat informasi dari aparat kepolisian bahwa remaja itu berada di Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar Liwa.

”Dia sudah nggak pulang satu minggu. Dicari ke sana kemari tidak ketemu. Saya dapat kabar dari polisi, dia dirawat di rumah sakit,” kata Rizal saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM), Selasa (5/3).

Rizal mengatakan, anaknya mengalami luka dan tidak sadarkan diri setelah dipukuli saat tepergok mencuri di rumah IS, warga Pekon Kenali. ”Kabarnya dia mencuri. Tapi belum lari dan dipukuli orang sana. Anak saya luka-luka dan dirwat di rumah sakit Liwa. Karena tidak sadar, akhirnya dirujuk ke RSUDAM,” sebut dia.

Lebih lanjut Rizal mengungkapkan, sebelumnya TO pernah mengatakan akan membeli peralatan sekolah, termasuk seragam paskibraka.

”Mungkin karena itu, dia nekat pergi dan masuk ke rumah orang. Kami orang nggak punya. Untuk makan saja pas-pasan,” aku lelaki yang bekerja sebagai buruh srabutan ini.

Salah seorang kerabat TO mengungkapkan, remaja itu mengalami luka cukup parah di kepala dan luka di mulut. ”Ada bekas sundutan rokok di dekat telinga serta perut. Kemudian kaki dan tangan luka. Kemungkinan bekas senjata tajam. Saya baru dapat kabar, dia harus dioperasi,” ujarnya.

Ia menyesalkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga. Terlebih TO masih dibawah umur. ”Iya, boleh lah marah. Tapi kan sudah berlebihan, sampai anaknya nggak sadarkan diri seperti itu. Mudah-mudahan kepolisian bisa adil,” tegasnya, seperti dikutip dari Jpnn.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: