Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Sepekan Usai Lebaran, Harga Daging di Bantul Masih Tinggi

Sepekan Usai Lebaran, Harga Daging di Bantul Masih Tinggi

Sketsanews.com, Bantul – Harga daging sapi dan ayam di pasar tradisional Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih tinggi sepekan usai libur Idul Fitri 1439 Hijriah atau belum ada penurunan setelah mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi, menuturkan, ada dua komoditas pokok yang harganya masih tinggi, yaitu daging sapi berkisar Rp125 ribu per kilogram, kemudian daging ayam masih sekitar Rp39 ribu per kilogram.

“Harga daging sapi dan ayam pada level tersebut sudah terjadi sejak dua hari sebelum Lebaran 2018 atau sejak mengalami kenaikan dari sebelumnya di kisaran Rp110 ribu untuk daging sapi dan Rp32 ribu per kg untuk daging ayam,”  kata Subiyanta Hadi di Bantul, Sabtu (23/6/2018), seperti dimuat laman wartaekonomi.

Ia menjelaskan, masih tingginya harga dua komoditas pangan tersebut karena permintaan pasar masih tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam merayakan libur Lebaran bersama keluarga di kampung halamannya.

“Pada H-2 Lebaran itu harga daging sudah mencapai Rp125 ribu sampai Rp130 ribu per kg dari yang tadinya Rp108 ribu per kg, karena tradisi kalau orang mudik itu lauknya, kan, daging. Kemudian, daging ayam Rp38 ribu sampai Rp40 ribu yang tadinya Rp32 ribu per kg,” katanya.

Subiyanta mengatakan, meski dua komoditas daging itu pada pekan ini harganya masih tinggi, stok di pasar masih mencukupi, sebab menghadapi Lebaran ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pemasok untuk menjaga ketersediaan.

“Ini, kan, faktor kebutuhan pangan di saat libur Lebaran, dan sebagian pemudik masih belum kembali, mudah-mudahan harganya berangsur turun setelah liburan ini usai. Kalau harga komoditas lain rata-rata relatif stabil,” katanya.

Ia menyebutkan, seperti harga bawang merah dan cabai di pasar tradisional yang jelang Lebaran 2018 hingga beberapa hari setelah Lebaran harganya naik sekitar Rp4000 per kilogram, pekan ini sudah berangsur turun.

“Selama libur cuti bersama, kami melakukan plot pengawasan, pemantauan harga dan distribusi bahan pangan penting di 32 pasar. Awal libur cuti bersama belum ada tanda kenaikan harga, tetapi mendekati Lebaran ada kenaikan, karena di semua pasar sudah ada para pembeli,” katanya. (wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: