Seruit Lampung, Sambal Ikan dan Tempoyak yang Nikmat, nyoi….. Hmmm lezat

Foto. Istimewa

Foto. Istimewa

Sketsanews.com, Lampung – Kuliner Lampung bukan hanya keripik pisang saja. Ada hidangan yang diracik dari paduan ikan, sambal terasi dan tempoyak. Kayak apa ya?

Warga Lampung punya tradisi nyeruit yang membuat sanak saudara hingga tetangga bisa berkumpul. Tradisi ini diambil dari nama hidangan khas yang biasa mereka sajikan kala kumpul, seruit.

Bahan utama membuat seruit adalah ikan bakar atau goreng, sambal terasi, tempoyak (durian fermentasi), dan mangga. Semua bahan dicampur jadi satu hingga menjadi sambal dengan aroma dan rasa yang khas.

Foto. Istimewa

Untuk ikan, seruit memakai ikan air tawar seperti belida, baung, layis, mas, atau patin. Ikan ini bisa disajikan terpisah dengan sambal seruit, dibaluri sambal, atau disuwir-suwir lalu dicampurkan ke dalam sambal.

Sementara sayur atau lalapan seruit bisa berisi daun singkong, daun pepaya, terung hijau, kangkung, atau bayam. Sayur-sayur itu biasanya direbus terlebih dulu. Banyak orang turut menambahkan mentimun, jengkol, kacang panjang, wortel, dan daun kemangi yang dibiarkan mentah.

Foto. Istimewa

Seruit kabarnya menghadirkan rasa asam, pedas, dan segar! Banyak orang menikmati seruit dengan nasi hangat plus pindang patin. Tak ketinggalan minuman serbat alias jus mangga kuini.

Hingga kini seruit sering dijadikan menu utama saat warga Lampung berkumpul, khususnya suku Lampung Pepadun. Tuan rumah akan menggelar aneka lauk pauk, seruit, serta lalapan di tikar untuk disantap bersama-sama dengan tangan. Semua orang duduk mengelilingi hidangan tersebut sambil menikmati hidangan dan mengobrol, asik… (sdq/dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: