Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Setor Modal, Koperasi 212 Mart Iming-imingi Untung 15 Persen

Setor Modal, Koperasi 212 Mart Iming-imingi Untung 15 Persen

 

Koperasi Syariah 212 Mart menawarkan keuntungan yang besar bagi para anggota koperasi yakni mencapai 10-15 persen dari total modal disetor per tahun. (CNN Indonesia/Safir Makki).

Sketsanews.com, Jakarta – Koperasi Syariah 212 Mart menawarkan keuntungan yang besar bagi para anggota koperasi yakni mencapai 10-15 persen dari total modal disetor per tahun. Syaratnya sederhana, anggota hanya perlu menyetor modal minimal Rp500 ribu, dan iuran wajib Rp120 ribu per tahun.

Bahkan, pembagian keuntungan tahunan bisa lebih besar jika anggota yang aktif bertransaksi di Koperasi Syariah.

Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Mart Depok 5 sekaligus Ketua Koperasi Syariah Sukses Umat Berjaya (Kopsya Sukmajaya) Ahmad Sulaiman mengatakan koperasi mensyaratkan setoran modal yang minim agar usaha tidak memberatkan anggota untuk menggerakan perekonomian umat muslim.

“Iuran modal ini bervariasi, minimalnya Rp500 ribu, namun ada juga yang sampai Rp20 juta per anggota. Ini kami kembalikan kepada masing-masing anggota saja,” ujar Ahmad kepada CNNIndonesia. Selasa (13/3).

Modal minimal Rp500 ribu per anggota terbagi dari Rp100 ribu sebagai iuran pokok per tahun dan Rp120 ribu sebagai iuran wajib per tahun. Sisanya, Rp280 ribu dikategorikan sebagai iuran sukarela. Rincian ini berlaku pula pada anggota yang menyetor modal lebih dari Rp500 ribu. Misalnya, Rp10 juta, maka Rp9,8 juta dianggap sebagai iuran sukarela.

“Anggota hanya bayar administrasi satu kali saja, tapi kalau dia (anggota) mau menanamkan modal ke lebih dari satu cabang Koperasi Syariah 212 Mart ya boleh saja, tapi biaya administrasi hanya sekali,” jelasnya.

Selanjutnya, modal yang dikumpulkan itu dapat digunakan untuk mendaftar perizinan waralaba 212 Mart ke kantor pusat yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Asal ada dua ketentuan yang mesti dipenuhi.

Pertama, anggota komunitas minimal 100 orang. Kedua, tipe waralaba yang diambil disesuaikan dengan batasan modal.

Terdapat tiga tipe waralaba yang ditawarkan yakni, tipe A untuk toko seluas 20 meter dengan modal Rp100-200 juta, tipe B seluas 40 meter dengan modal Rp250-300 juta, dan tipe C seluas lebih dari 60 meter dengan modal Rp300-415 juta.

“Nanti komunitas tinggal pilih, kalau mau tipe C berarti harus cukupi kebutuhan modalnya. Kalau masih belum terkumpul, bisa tambah anggota. Misalnya saya di 212 Mart Depok 5, anggota mencapai 330 orang, kami ambil tipe C,” terangnya.

Kemudian, modal tersebut digunakan untuk membeli produk kebutuhan sehari-hari masyarakat, perkakas, hingga mesin-mesin yang dibutuhkan. “Tapi itu belum termasuk biaya sewa toko,” katanya.

Setelah koperasi berjalan minimal setahun, Ahmad bilang, estimasi keuntungan yang didapat anggota rata-rata mencapai 10-15 persen. Secara umum, sebanyak 80 persen keuntungan dikembalikan kepada anggota sebagai keuntungan. Sedangkan 20 persen sisanya digunakan untuk memutar operasional.

“Hitung-hitungannya, modal per keuntungan (yang 80 persen) dikali 100 persen, nanti kira-kira segitu untungnya (10-15 persen). Jadi meski ada rata-rata, tapi tetap disesuaikan dengan modal yang diberikan,” tuturnya.

Ahmad memastikan anggota yang aktif berbelanja di 212 Mart bisa mendapat keuntungan yang lebih besar. Pasalnya, dari total 80 persen keuntungan yang disisihkan untuk anggota, porsinya dibagi dua.

“Tapi keuntungan ini hanya manfaat lain yang bisa didapat anggota, karena visi misi 212 Mart ini didirikan untuk menggerakkan ekonomi umat muslim, sehingga kami tetap bergotong royong, namun juga profesional,” pungkasnya.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: