Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Sidak Bandara, Ombudsman Sebut 77% Penerbangan Tepat Waktu tapi Harga Tiket Naik

Sidak Bandara, Ombudsman Sebut 77% Penerbangan Tepat Waktu tapi Harga Tiket Naik

Sidak Ombudsman RI di Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Istimewa)

Sketsanews.com, Jakarta – Tim Ombudsman RI melakukan sidak ke Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (19/6) pagi. Sidak salah satumya dilakukan di Terminal 1. Dalam sidak tersebut, Ombudsman menemukan sebanyak 77 persen penerbangan tepat waktu selama arus mudik maupun balik lebaran tahun ini.

“Hari ini sidak pertama kita mengunjungi bandara terminal 1 di posko terpadu. Dari pantauan yang kami lakukan, dari beberapa yang kami lihat on the spot tadi, penumpang merasa senang karena tidak ada delay. Dan setelah kami cek memang 77 persen, hampir semua maskapai, on schedule penerbangannya, dan itu sangat baik,” kata Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu.

Kendati demikian, Ninik mengkritik tak ada penekanan pada maskapai agar tak menaikkan harga tiket. Padahal berdasarkan informasi yang didapatkan, penerbangan tambahan (extra flight) yang dilakukan oleh maskapai dibebaskan dari biaya mendarat (landing fee).

“Ternyata ada insentif yang dibebaskan, tapi tidak ada penekanan pada maskapai untuk tidak menaikkan harga tiket. Padahal negara sudah membebaskan biaya landing. Jadi, landing-nya udah free untuk 400 tambahan extra flight-nya,” jelasnya.

“Jadi, itu menurut saya yang mungkin perlu dilihat kembali setidak-tidaknya ini kan masih ada waktu kepulangan ya. Mungkin perlu meminta kepada maskapai untuk kemudian memberikan kompensasi juga kepada masyarakat tidak menaikkan harga tiketnya,” sambungnya.

Selain itu posko terpadu dan titik lainnya juga dilengkapi tenaga kesehatan baik dokter maupun paramedis lainnya. Ninik menambahkan lembaga terkait seperti Angkasa Pura bersama TNI dan Polri juga memiliki kesiapan dalam menyambut arus balik.

“Angka kecelakaan ada, tapi sudah terjadi sebelum lebaran kemarin dan pencurian itu semua enggak nampak, hanya ada satu kasus. Jadi, sampai saat ini sih menurut kita bagus,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi ruang laktasi untuk ibu menyusui. Ruang yang menurutnya cukup bagus dan representatif itu mulai dimanfaatkan. Di samping itu juga ruang laktasi dinilai telah memenuhi standar atau SOP-nya.

“Cukup baik. Ada pendingin ruangannya, dan privasi betul. Yang kayak gitu perlu diinformasikan juga ke masyarakat bahwa tersedia lho ruang laktasi,” kata Ninik.

Dilansir dari Merdeka, Ninik mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan jasa transportasi udara agar memanfaatkan seluruh layanan dan fasilitas yang disiapkan di bandara.

“Enggak usah ragu-ragu. Kadang-kadang mereka tidak memanfaatkan karena kurangnya informasi, padahal sekarang sudah disediakan kotak informasi. Maka, ada layanan kesehatan, layanan pengaduan, itu dimanfaatkan betul supaya bisa merasakan betul manfaat perbaikan yang dilakukan oleh Angkas Pura,” terangnya.

(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: