Sketsa News
Home Hukum, kriminal Sidang Bupati Lampung Tengah, Jaksa KPK Ungkap Adanya Kode ‘Bos Besar’

Sidang Bupati Lampung Tengah, Jaksa KPK Ungkap Adanya Kode ‘Bos Besar’

Bupati Lampung Tengah Mustofa saat mengenakan baju orange KPK. ISTIMEWA

Sketsanews.com, Jakarta – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dengan terdakwa Bupati non-aktif Lampung Tengah, Mustafa yang juga mantan kader Partai NasDem. Agenda sidang pada Kamis (17/5) adalah mendengarkan keterangan dari sejumlah saksi-saksi yang dihadirkan.

‎Dalam persidangan, tim Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman percakapan antara Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J. Natalis Sinaga dengan Sekretaris DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Syamsi Roli.

Seperti yang dilansir Akurat.co, dalam rekaman percakapan yang dilakukan antara kedua pejabat di Lampung Tengah itu terkuak adanya kode yang telah disepakati bersama dalam melakukan korupsi berupa suap.‎

Kode yang muncul tersebut yakni, ‘T’, yang dimaksud ‘Bos Besar’ dan ‘Eksekusi’. Kode tersebut tercetus dari J. Natalis Sinaga sebagai wakil rakyat di Lampung Tengah.

Dalam keterangan Syamsi sebagai saksi yang dihadirkan di persidangan, bahwa kode ‎’T’ yang dimaksudkan Natalis merupakan inisial untuk Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman. Disinyaliradanya aliran dana yang masuk ke kepala dinas setempat.

Sementara terkait kode bos besar dan eksekusi saksi mengaku tidak mengetahui secara jelas. Syamsi juga tidak mengetahui apa yang dimaksudkan dengan istilah ‘Bos Besar’ dan ‘Eksekusi’.

“Saya tidak paham maksudnya bos besar. Kalau T mungkin arahnya ke Pak Taufik,” kata Syamsi saat bersaksi untuk terdakwa Mustafa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

Diketahui sebelumnya, dalam dakwaan jaksa KPK bahwa Mustafa yang juga mantan politisi NasDem itu telah menyuap sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah sebesar Rp 9,6 miliar. Mustafa diduga menyuap anggota DPRD bersama-sama dengan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.

Uang suap dari hasil korupsi diduga telah diterima oleh sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah periode 2014-2019, antara lain, yakni, J. Natalis Sinaga, Rusliyanto, Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri. Kemudian, Bunyana dan Zainuddiin.

Pemberian uang suap tersebut diduga untuk memuluskan tanda tangan DPRD Lampung Tengah, guna mendapatkan persetujuan terhadap rencana pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah kepada PT Sarana Muti Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 300 miliar pada tahun anggaran 2018.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: