Sidang Praperadilan, Pengacara Kivlan Serahkan 19 Barang Bukti

Dalam agenda pemeriksaan saksi, pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta menyerahkan 19 barang bukti kepada Hakim Tunggal Achmad Guntur.

Sidang praperadilan Kivlan Zen. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

Sidang praperadilan Kivlan Zen. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

Sketsanews, Jakarta – Sidang praperadilan dengan tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (24/7). Dalam agenda pemeriksaan saksi, pengacara pemohon, Tonin Tachta menyerahkan 19 barang bukti kepada Hakim Tunggal Achmad Guntur.

17 bukti sudah diserahkan kepada hakim di persidangan hari ini, sedangkan 2 bukti sisanya akan diberikan kepada hakim besok, Kamis (25/7) di sidang selanjutnya. Tonin menilai barang bukti yang sudah disetorkan hari ini telah terbukti di persidangan hari ini.

“Kami mengajukan bukti itu 19 (barang bukti), 17 yang sudah terbukti, setelah itu 2 lagi akan kami tambahkan itu soal putusan Mahkamah Konstitusi. Baru besok, kami tambahkan lagi,” ujar Tonin.

Bukti yang diberikan hakim sendiri meliputi Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama orang lain yang diberikan kepada Kivlan Zen dari Kejaksaan Tinggi. Hingga putusan dari MK yang menyatakan bahwa SPDP harus diberikan paling lama 7 hari, sedangkan Kivlan sampai saat ini belum menerima SPDP atas namanya.

“Kemudian P2 SPDP cacatan yang kami ambil dari Kejaksaan Tinggi. Kejaksaan Tinggi yang nulis. Sampai dengan P19 itu putusan Mahkamah Konstitusi tentang SPDP itu wajib diberikan paling lama 7 hari. Ini sudah hampir 60 hari SPDP tidak pernah kami liat,” imbuhnya.

Dalam persidangan, pihak Kivlan turut menghadirkan 4 saksi fakta yaitu, Julianto Sembiring, Hendrik Siahaan, Pitra Romadoni, dan Sutha Widya. Sedangkan saksi ahli batal dihadirkan karena tim kuasa hukum menilai 4 saksi ini sudah kuat di mata hukum.

“Jadi banyak sekali praperadilan kalah karena perbedan persepsi. Kalau ini tidak perbedaan persepsi,” pungkas Tonin.

Diketahui, Kivlan telah menjadi tersangka dari laporan polisi yang dilayangkan oleh Jalaludin. Laporan itu terdaftar dengan nomor : LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

Kivlan dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan atau Pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

 

Original Source : JawaPos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: