Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hukum Sidang Putusan Aman Abdurrahman Tidak boleh Disiarkan Secara Langsung

Sidang Putusan Aman Abdurrahman Tidak boleh Disiarkan Secara Langsung

Terdakwa kasus dugaan serangan teror bom Thamrin dengan terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman (tengah) berbincang dengan penasehat hukum saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan replik atau tanggapan dari Jaksa penuntut umum atas nota pembelaannya (pleidoi) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (30/5).

Sketsanews.com, Jakarta — Sidang vonis terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman akan dilaksanakan pada Jumat (22/6) pagi. Pengamanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diperketat dan wartawan tak diperbolehkan untuk menyiarkan proses sidang berlangsung.

“Tidak ada speaker juga di luar. Wartawan juga tidak boleh masuk ruang sidang selama sidang berlangsung. Ke dalam juga kalau ada yang membawa perangkat ponsel juga kita imbau tak boleh masuk,” ujar Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Budi Sartono di PN Jaksel, Jumat.

Sperti dilansir Republika, pada Jumat pagi PN Jaksel telah dipenuhi oleh para awak media yang akan meliput sidang vonis terdakwa Aman. Budi menegaskan kepada wartawan, proses sidang tidak boleh disiarkan secara langsung.

“Intinya yang di ruang sidang tidak boleh. Tapi kalau di luar, tidak apa-apa,” ungkapnya.

Humas PN Jaksel Ahmad Guntur mengatakan sidang vonis kasus terorisme dengan terdakwa Aman Abdurahman sebenarnya bersifat terbuka. Sehingga siapa saja boleh melihat proses sidang tersebut.

Hanya saja, berdasarkan surat dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), proses sidang itu tak boleh disiarkan secara langsung. “Sidang bersifat terbuka oleh umum. Tapi tidak boleh ada kamera. Ada surat KPI yang meminta untuk tidak disiarkan secara langsung,” ujar Guntur di PN Jaksel, Jumat.

Menurutnya, pengamanan PN Jaksel saat ini telah ditangani oleh pihak kepolisian dengan baik. Karena sidang ini merupakan tindak pidana terorisme, maka perlu dilakukan pengamanan secara khusus.

“Sidang ini karena kasus tindak pidana terorisme yang khusus ya. Jadi pengamanannya pun dilakukan secara khusus,” kata dia.

Sejak Jumat pagi, selain dipadati awak media, PN Jaksel juga terlihat dilakukan pengamanan oleh para personel polisi. Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, setidaknya ada sebanyak 378 personel kepolisian yang diterjunkan untuk pengamanan di PN Jaksel pada Jumat ini

(Sh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: