SKL BLBI, Strategi Jokowi Sandera Megawati?

Foto via PolitikToDay, Google

Sketsanews.com – Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Bin Firman Tresnadi, memprediksi ada kemungkinan Jokowi menggunakan kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk menyandera Megawati. Strategi ini digunakan Jokowi untuk memastikan dukungan PDIP terkait Pilpres 2019.

“Sangat mungkin dijadikan _bargaining position_ oleh Jokowi karena sampai saat ini PDIP dan Mega belum memutuskan akan kembali mencalonkan Jokowi sebagai presiden,” katanya, Jumat (29/12/2017).

Pasalnya, Jokowi tidak memiliki posisi strategis di PDIP. Sehingga Jokowi butuh posisi tawar agar PDIP kembali memberikan tiket capres kepada dirinya. Dengan strategi ini, Jokowi juga sekaligus menyandera Megawati agar tidak mengintervensi banyak hal termasuk dalam menentukan siapa cawapres yang mendampinginya nanti.

“PDIP hingga saat ini belum memutuskan akan mengusung Jokowi lagi. Bahkan acara rakornas PDIP di Tangerang baru-baru ini juga tidak membicarakan soal ini. Beda dengan partai lain seperti Golkar dan PKB, misalnya, yang sudah mengumumkan akan mengusung Jokowi. Bagaimanapun Jokowi perlu PDIP,” tukasnya.

Melihat perkembangan pengusutan kasus SKL BLBI oleh KPK, Firman memprediksi sangat mungkin akan berujung pada pemeriksaan Mega. Tersebab kebijakan itu dilakukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2002 yang diteken Megawati selaku presiden pada Desember 2002.

“Jajaran menteri ekonomi ketika Mega menjabat presiden sudah diperiksa KPK, artinya tinggal menunggu waktu saja Mega diperiksa,” katanya.

Terkait KPK memastikan akan terus fokus pada penyelidikan tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung dalam skandal penerbitan SKL BLBI. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua KPK Laode Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

“Kalau soal BLBI kan Pak SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung, red) sedang ditahan dan sedang kita selidiki. Dan kita melihat kira-kira beberapa hal lagi siapa tahu ada yang lain dari itu,” paparnya.

Laode mengaku KPK tidak mau berandai-andai terlalu jauh, namun menegaskan masih tetap fokus pada penyelidikan terhadap tersangka Syafruddin Temenggung.
“Saya tidak bisa berandai-andai tapi kami fokus pada Syafruddin Temenggung,” imbuhnya.

Terkait kasus ini, KPK baru-baru ini memeriksa mantan Wapres yang juga menteri keuangan era pemerintahan Megawati, Boediono, sebagai saksi. Pekan lalu lembaga anti rasuah menahan mantan Kepala BPPN Syafruddin Tumenggung. (PolitikToDay)

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: