Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Politik Soal Korupsi Aparatur Sipil Negara, Mendagri: Masak Harus Kami Awasi 24 Jam ?

Soal Korupsi Aparatur Sipil Negara, Mendagri: Masak Harus Kami Awasi 24 Jam ?

Mendagri Tjahjo Kumolo.

Sketsanews.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, meminta aparat sipil negara (ASN) supaya memahami area rawan korupsi.

Pemahaman itu dilakukan untuk mengantisipasi tindak korupsi.

Area rawan korupsi meliputi perencanaan anggaran, dana hibah dan bansos, mekanisme pembelian barang jasa, jual beli jabatan, retribusi dan pajak.

“Aturan sudah ada. Memahami area rawan korupsi sudah disampaikan. Tetapi setidaknya termasuk saya harus hati-hati, harus memahami area rawan korupsi,” tutur Tjahjo, Selasa (20/2/2018).

Apabila seorang pejabat negara terjerat kasus korupsi, kata dia, itu dikembalikan ke masing-masing.

Dia mengaku tidak bisa mengawasi selama 1X24 jam.

“Masak harus kami awasi 24 jam? Itu urusan masing-masing pribadi harus mempunyai ketahanan, lebih memahami, integritas juga harus,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Tjahjo menegaskan politik uang harus dihindari.

Alasannya, itu sangat merendahkan martabat rakyat.

Dia menilai banyak masyarakat yang kesadaran demokrasi rendah, sehingga terbuka praktik politik uang.

Modus politik uang, kata Tjahjo, bermacam-macam bentuk.

Salah satunya motif ‘uang saksi’, uang pendaftaran, uang untuk TPS, saksi dan pengawasan.

“Politik uang merendahkan martabat rakyat. Para calon atau partai tertentu yang menggunakan politik uang untuk menentukan siapa yang harus dipilih dalam Pemilu telah secara nyata merendahkan martabat rakyat,” ujar Tjahjo.

Dia mengaku faktor uang sulit dihindari dalam mengarungi kontestasi Pilkada dan Pemilu di Indonesia.

Alasannya, setiap Pilkada dan Pemilu memerlukan political cost yang luar biasa besarnya. Dikutip dari Tribun.

(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: