Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, Internasional, News Sosiopat Vs Psikopat, Apa Bedanya?

Sosiopat Vs Psikopat, Apa Bedanya?

Foto: thinkstock./detikcom

Sketsanews.com, Mississippi – Sosiopat dan psikopat adalah istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan orang dengan gangguan jiwa ‘berbahaya’. Meski kedua istilah tersebut oleh awam sering dicampur aduk, namun sebetulnya ada perbedaan yang mendasar pada keduanya.

Jack Pemment dari University of Mississippi menulis dalam jurnal Aggression and Violent Behavior bahwa orang psikopat dan orang sosiopat punya perbedaan dari perilaku, karakteristik, dan terapi penanganannya. Keduanya memang punya kemiripan yaitu memiliki pedoman moral yang rusak namun hanya psikopat yang punya kecenderungan sampai membunuh sementara sosiopat akan menarik diri dari pergaulan.

Psikopat punya kecenderungan untuk bersikap agresif, kejam, dan jahat umumnya karena ada lesi pada bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan bernama amygdala. Studi di Journal of Abnormal Psychology tahun 2012 menyebut 93,3 persen psikopat membunuh spontan tak terencana karena sudah jadi sifatnya sementara hanya 48,4 persen pada kasus nonpsikopat yang melakukan pembunuhan spontan.

Sementara itu untuk sosiopat mereka cenderung bersifat manipulatif dan licik meski berpenampilan sebagai orang yang jujur, dapat dipercaya. Orang sosiopat tidak bisa menimbang moral dari suatu tindakan, bisa karena masalah neurologis yaitu lesi pada amygdala atau juga akibat faktor pengasuhan saat masih anak-anak.

Sosiopat punya sifat lebih menarik diri dari pergaulan meski bukan tidak mungkin ia bisa berteman dengan beberapa orang. Namun baik psikopat atau sosiopat keduanya sama-sama tidak bisa memiliki empati terhadap orang lain.

“Ada korelasi neurologis untuk bagaimana suatu sikap atau perilaku moral tertentu bisa dipromosikan,” kata Jack, seperti dilansir dari detikcom.

(Fya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: