Sudah Delapan Hari Mengungsi Ratusan Warga Mamuju Trauma Longsor Susulan

Banjir dan Longsor di Mamuju, Sulawesi Barat. (Istimewa)

Banjir dan Longsor di Mamuju, Sulawesi Barat. (Istimewa)

Sketsanews.com, Mamuju – Ratusan warga di lingkungan Sama, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, beramai-ramai meninggalkan kampung halaman. Mereka mengungsi karena takut rumahnya diterjang longsor.

Sudah lebih sepekan mereka mengungsi pada sejumlah tenda darurat, yang dibangun di pinggir jalan, tidak jauh dari pemukiman yang mereka tinggalkan. Mereka terpaksa mengungsi, lantaran takut gunung yang mengelilingi pemukiman mereka akan mengalami longsor susulan.

Dugaan ini timbul, lantaran warga mendapati sejumlah retakan menganga pada beberapa sisi gunung. Jika hujan terus mengguyur, retakan tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya longsor, yang rawan menimbun pemukiman warga.

“Kita sudah lebih 8 hari di sini, kami takut kembali ke kampung karena kondisinya terancam, gunung di sekeliling kampung dalam kondisi retak yang terancam longsor ” ujar salah seorang warga Burhan, kepada wartawan, Minggu (17/0/3/19).

Melansir Detikcom, sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mamuju, telah menghimbau warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing, namun mereka menolak karena kampung yang mereka diami selama ini sudah tidak aman.

“Kami sudah takut pulang, kami semua trauma, tidak ada lagi harapan untuk kembali ke kampung ” sambung Burhan.

Tercatat ada sebanyak 292 jiwa dari 65 kepala keluarga, yang terpaksa bertahan hidup dengan kondisi memprihatinkan di bawah tenda darurat. Warga berharap pemerintah setempat bisa memberi solusi, agar mereka dampat kembali beraktifitas tanpa dibayangi ketakutan, yang mengancam pemukiman akibat kondisi cuaca yang tidak kunjung membaik. (sdq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: