Super Liberalisasi Telematika?

Teknisi tengah mengangkat BTS untuk memperkuat sinyal seluler. Pemerintah berencana mengizinkan asing memiliki 100% saham di jasa seluler.(dok) | www.indotelko.com

Teknisi tengah mengangkat BTS untuk memperkuat sinyal seluler. Pemerintah berencana mengizinkan asing memiliki 100% saham di jasa seluler.(dok) | www.indotelko.com

Super Liberalisasi Telematika?

#SaveTelematikaIndonesia

Oleh : Ismail Fahmi

Sketsanews.com – Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengaku kaget dengan rencana relaksasi DNI itu.

“Kami tidak diajak membahas relaksasi DNI terbaru ini. Kalau yang perubahan 2016, kita diajak (pemerintah) diskusi,” ungkap Direktur Eksekutif Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Arki Rifazka kepada IndoTelko, (18/11).

MASTEL Connecting The Dots | mastel.id | MASTEL Lakukan Audiensi ke Masyarakat Transportasi Indonesia

Mastel adalah organisasi yang memayungi 25 asosiasi, 104 perusahaan, dan 650 individu yang terkait dengan industri telematika di Indonesia.

Pengamat Telekomunikasi Mohammad Ridwan Effendi mengaku kaget dengan draft yang beredar di media terkait sektor telekomunikasi yang direlaksasi DNI-nya.

“Ini sudah super liberalisasi. Misal di seluler, itu jauh sekali dari realisasi niat untuk buyback Indosat yang digaungkan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) kala kampanye 2014. Malah yang bisa terjadi Telkomsel ke SingTel karena asing boleh 100%,” tukasnya.

Data yang beredar mengungkapkan Perdagangan eceran melalui pemesanan pos dan internet, Warung Internet, Jasa sistem komunikasi data, Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap, Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bergerak, Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi layanan content (ringtone, sms premium, dsb), Pusat layanan informasi dan jasa nilai tambah telpon lainnya, Jasa akses internet (Internet Service Provider), Jasa internet telepon untuk keperluan publik, Jasa interkoneksi internet (NAP) dan jasa multimedia lainnya akan terbuka penuh bagi investor asing.

Asal tahu saja, jika mengacu pada Perpres nomor 44 tahun 2016 pada 12 Mei 2016 tentang daftar bidang usaha yang tertutup dan terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal untuk jaringan tetap telekomunikasi, jaringan bergerak telekomunikasi, jasa telekomunikasi content (ring tone, SMS Premium, dan lainnya), call center dan jasa nilai tambah telekomunikasi, penyedia jasa internet, sistem komunikasi data, ITKP, jasa interkoneksi internet (NAP) hanya dibuka untuk investor asing hingga 67%.(dn) | indotelko

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: