Tabuhan Kompang Bangkitkan Semangat Pagi Warga Riau di Tengah Kabut Asap

Sketsanews.com, Pekanbaru – Hampir satu bulan kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan betah menyelimuti langit sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Keadaan ini diprediksi masih terus berlangsung karena titik panas indikasi kebakaran lahan masih terpantau.

Biang kabut asap, yakni petani yang diduga penyebab kebakaran lahan sudah ditangkap. Jumlahnya mencapai puluhan orang. Satu perusahaan juga terseret hukum karena ratusan hektare lahan konsesinya di Pelalawan ludes terbakar.

Penetapan perusahaan ini belum mampu memuaskan sejumlah elemen pemerhati lingkungan di Riau. Mereka menilai masih ada perusahaan lain diduga ikut menjadi biang kabut asap dan belum diproses Polda Riau.

Hal ini membuat sejumlah perwakilan masyarakat dari berbagai kabupaten bersama aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) berdemonstrasi ke Polda Riau. Aksi dilakukan cukup unik karena massa pendemo memakai baju Melayu.

Demonstrasi pada Rabu siang, 21 Agustus 2019 itu, juga membawa kompang yang selalu digunakan masyarakat Melayu dalam hiburan rakyat. Diiringi tabuhan kompang, mereka lalu menyuarakan agar Kapolda Riau segera menuntaskan proses hukum perusahaan lainnya.

Menurut koordinasi aksi, Ahlul Fadli, ada perwakilan lima kabupaten di Riau mendatangi Polda Riau, yaitu Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Bengkalis, dan Siak. Daerah dimaksud tahun ini menjadi langganan kebakaran lahan.

“Iringan musik kompang ini adalah pertanda bagi pemerintah dan penegakan hukum untuk tidak main-main dengan penegakan hukum, khususnya kasus Karhutla ini,” kata Ahlul kepada Liputan6.com.

Massa aksi juga membawa sejumlah spanduk dan kertas yang ditulis nada protes untuk menyatakan kebakaran lahan serta kabut asap di Riau bukan berita bohong. Mereka juga membawa data titik panas yang terpantau satelit ada di konsesi perusahaan.

“Kami, mewakili masyarakat korban kabut asap pembakaran lahan agar Polda Riau komit menyelesaikan kasus Karhutla hingga tuntas,” tegas Ahlul.

Sketsanews.com ❱ Original Source : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: