Tahun Ini Polisi Tembak Mati 55 Pelaku Narkoba, DPO Penyiram Novel Baswedan Apa Kabar?

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi imam Salat Ashar bersama Panglima TNI asar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan KSAD Jenderal Mulyono disela tugas mereka mendampingi Presiden Jokowi di Pontianak, Kalimantan Barat, 28 Desember 2017. (Istimewa)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi imam Salat Ashar bersama Panglima TNI asar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan KSAD Jenderal Mulyono disela tugas mereka mendampingi Presiden Jokowi di Pontianak, Kalimantan Barat, 28 Desember 2017. (Istimewa)

Sketsanews.com, Jakarta – Polri dengan tegas perintahkan anggotanya untuk dapat menindak tegas para penyelundup narkotika. Sepanjang tahun 2017 aparat kepolisian telah menembak mati 55 orang pelaku kejahatan tindak pidana narkotika di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/12).

Tito menyebut, dari 55 orang pelaku penyelundupan narkotika, terdapat 46 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan sembilan orang Warga Negara Asing (WNA).

“Penindakan tegas tembak mati itu, karena mereka melakukan perlawanan kepada petugas,” kata Tito.

Menurut Tito, penindakan tegas itu dilakukan agar ada efek jera pada pengedar maupun kepada pemake. “Agar ada efek jera ya,”ujarnya, seperti dikutip dari Pojoksatu.

Sementara itu, Tito sendiri menuturkan bahwa pada tahun 2017, kasus kejahatan narkotika menurun sebanyak lima persen. Tercata, dari tahun 2016 kasus barang haram ini mencapai 47.767 dan di tahun 2017 sebanyak 45.257.

“Jumlah tersangka pada tahun ini mengalami penurunan pada tahun 2016 terdapat 60.387 tersangka yang kita tangkap sedangkan pada tahun 2017 kami tangkap 56.791 tersangka,”ungkapnya.

Meskipun jumlah kasus dan tersangka mengalami penurunan, kata Tito, namun  pengungkapan dalam pengamanan barang bukti narkotika justru mengalami peningkatan.

“Barang bukti 2017 justru mengalami peningkatan. Barang bukti narkotika jenis ganja pada tahun ini, kami sita 150 ton, ditahun 2016 hanya 11 ton. Angka itu naik 1.300 persen. Kemudian, ekstasi tahun ini kami sita 2.69 juta butir, sementara di tahun lalu hanya 1,11 juta butir. Angka itu naik 142 persen,” ujar Tito.

“Sementara untuk narkoba jenis sabu pada tahun 2016, kami sita sebanyak 1.64 ton. Dan 2017, ada 2.55 ton yang diamankan. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 55 persen,” ungkap Tito.

Untuk diketahui, Tito sendiri merinci penindakan tegas pelaku kejahatan dalam pengungkapan kasus narkotika dengan rincian, di Polda Metro Jaya sebanyak 20 orang ditindak tega, Polda Sumatera Utara 13 orang, Polda Lampung sebanyak tujuh orang, Polda Jawa Timur empat orang, Polda Riau dua orang, Bareskim Polri enam orang, sedangkan Polda Sumatera Selatan, Polda Kalimantan Barat dan Polda Sulawesi Selatan masing-masing satu orang. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: