Tak Maksimal, Hotel di Jepang Pecat Ratusan Robot

Robot Velociraptor di Hotel Henna Jepang. ©2019 liputan6.com

Robot Velociraptor di Hotel Henna Jepang. ©2019 liputan6.com

Sketsanews.com, Jakarta – Ketika kecerdasan buatan telah masuk ke sela-sela kehidupan manusia, disebut banyak sekali pekerjaan yang akan digantikan oleh robot. Namun, semua hal tersebut ternyata masih belum relevan dilakukan saat ini.

Bagaimana tidak, pekerjaan robot di sebuah hotel di Jepang, masih belum maksimal. Hotel yang bernamma Henn-na, atau Strange, baru saja ‘memecat’ 243 robot yang menangani berbagai pekerjaan harian mereka.

Dilansir Futurism via Tekno Liputan6.com dan Dream, Sabtu (19/1/2019), masalah muncul saat sejumlah robot tidak dapat mengaplikasikan sejumlah ide kreatif.

Beberapa di antara yang bermasalah yaitu robot dinosaurus velociraptor yang mengelola meja tamu. Selain robot velociraptor, robot lain yang dianggap bermasalah yaitu robot Churi. Robot ini ditempatkan sebagai asisten pribadi di setiap kamar pengunjung.

Menurut Wall Street Journal, robot-robot itu juga semakin menjengkelkan. Sebab, beberapa diantara robot tak mampu menangani masalah sederhana. Robot velociraptor misalnya, tidak dapat mengerjakan fotokopi paspor pengunjung asing. Karyawan hotel harus datang untuk memfotokopi paspor tersebut.

Sementara Churi, yang dapat mengubah suhu kamar dan menjawab obrolan dasar sederhana, tidak dapat menjawab saat ditanyai area atau atraksi hiburan. Padahal, manajemen Hotel Henn-na dengan percaya diri tidak melengkapi tiap kamar hotel dengan telepon.

Sebagai solusi masalah ini, manajemen juga menempatkan seseorang di meja tamu untuk menjawab kebutuhan tamu hotel.

Yang menyebalkan, Churi juga kerap membangunkan tamu hotel yang mendengkur. Churi menganggap, dengkuran itu sebagai obrolan yang perlu untuk dijawab.

Cuma Menjadi Pajangan

Robot-robot yang berada di Hotel Henn-na ini akhirnya hanya menjadi pajangan. Robot piano misalnya, hanya duduk di kursi tanpa memainkan tuts piano.

Rencananya, Manajemen Henn-na masih akan mengadaptasi kemampuan robot di hotelnya. Tetapi, mereka lebih mengarahkan pada sistem yang lebih bermanfaat, semisal kunci pintu pengenal wajah.

Mungkin aplikasi penggunaan robot dalam kehidupan manusia harus dilakukan secara pelan tapi pasti. Semoga saja tahun 2019 akan membawa perubahan dalam industri robot.

Sumber: Dream.co.id via Tekno Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: