Tanggapi Survei SMRC, BPN: Hasil Survey Internal Prabowo-Sandi Menang Tipis

Foto: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (dok. Twitter @sandiuno)

Foto: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (dok. Twitter @sandiuno)

Foto: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (dok. Twitter @sandiuno)
Foto: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (dok. Twitter @sandiuno)

Sketsanews.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi hasil survei SMRC dengan berbicara survei internal. BPN mengklaim Prabowo-Sandi unggul tipis dari pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di survei internal itu.

“Survei yang dilakukan oleh PolMark yang menyebutkan elektabilitas Pak Jokowi terpuruk di kisaran 40%, dengan jarak yang tak terlampau jauh dengan elektabilitas Pak Prabowo. Sementara swing voters masih sekitar 30%,” kata juru bicara BPN, Suhud Alynudin kepada wartawan, Senin (11/3/2019), seperti dikutip dari detikcom.

“Bahkan di survei internal kami, pasangan Prabowo-Sandi sudah unggul tipis. Kemungkinan akan semakin besar selisihnya saat pencoblosan,” lanjut Suhud. Namun Suhud tak menyebut angka survei internal pihaknya.

Menurut Suhud, hasil elektabilitas capres-cawapres yang dirilis sejumlah lembaga survei nasional jelang pilpres memiliki benang merah. Ia menilai elektabilitas Jokowi-Ma’ruf cenderung stagnan dan rawan.

Suhud pun yakin para swing voter atau pemilih yang cenderung mengubah pilihan akan memilih Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 yang digelar April.

“Elektabilitas Pak Jokowi hingga sebulan jelang pencoblosan masih di angka yang sangat rawan. Dan kami yakin akan berbalik saat pencoblosan dimana mayoritas swing voters akan memilih Pak Prabowo-Sandi,” sebut politikus PKS itu.

SMRC merilis survei terbaru tentang elektabilitas capres-cawapres pada Minggu (10/30). Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 54,9% dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 32,1%.

Survei dilakukan pada 24-31 Januari 2019, melibatkan 1.620 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka.

Margin of error ±2,65 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control hasil wawancara dilakukan secara random, sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor kembali mendatangi responden terpilih, dalam quality control ini tidak ditemukan kesalahan. (wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: