Tangkal Radikalisme, TNI di Malang Tanamkan Nilai Multikultural pada Perempuan

Workshop Peningkatan Peran Perempuan dalam mencegah radikalisme berbasis keluarga melalui penanaman nilai multikultural, Senin, 25/2/2019. (Foto: Istimewa)

Sketsanews.com, Malang – TNI di Kota Malang melalui Kodim 0833 menggelar workshop Peningkatan Peran Perempuan dalam mencegah radikalisme berbasis keluarga melalui penanaman nilai multikultural, Senin, 25/2/2019.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kartini Imperial Ballroom jalan Tangkuban Perahu 1B Malang itu di ikuti oleh 100 orang peserta. Turut hadir juga Ketua penggerak PKK Kota Malang Widiyati Sutiaji, Ketua Pokja Kota Malang, Dra Kustiani, Dosen Hubungan internasional FISIB UN Yusli Efendi S.ip, M.A, serta ibu-ibu PKK se Kota Malang.

Kapten Arh. Imran, S.H narasumber dari Kodim 0833/Kota Malang menjelaskan, pihaknya mengajak seluruh kaum perempuan untuk bersama-sama menangkal radikalisme. Ia menghimbau agar kaum perempuan dapat membedakan antara radikalisme dan yang bukan.

“Kita sebagai orang tua harus benar benar membimbing memberi pembelajaran agar anak anak kita mengerti tentang bahaya radikal,” katanya.

Kapten Arh. Imran yang juga menjabat sebagai Pasi Intel Kodim Kota Malang juga mengungkapkan, bahwa peran ibu-ibu sangatlah penting terutama dalam pengawasan kepada putra-putri agar kita tidak terlibat dalam kegiatan radikallisme. Selain itu agar selalu memberi bimbingan terkait radkalisme sangatlah berbahaya.

“Mengapa agama Islam selalu dijadikan atau di tuduh pelaku, hal itu karna ada kelompok tertentu yang ingin memecah belahkan persatuan dan kesatuan di negara kita ini. Jadi peran Ibu-ibu sangat penting untuk mencegah bahaya radikalisme,” papar Kapten Imran.

Sementara itu, ketua Penggerak PKK Kota Malang Widiyati Sutiaji mengegaskan agar kaum ibu memberikan pengawasan terhadap anak-anak sesuai arahan narasumber. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: