Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Tarif Dinaikkan, 13 Juru Parkir Diamankan

Tarif Dinaikkan, 13 Juru Parkir Diamankan

Penertiban Parkir Liar (Foto:Aditia Noviansyah/kumparan)

Sketsanews.com, Jakarta – Yogyakarta menjadi salah satu kota yang selalu menjadi tujuan wisata pada musim libur Lebaran. Namun sayangnya persoalan naiknya tarif parkir di sejumlah lokasi wisata dan titik keramaian kembali mencuat tahun ini.

Menyikapi hal tersebut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta akhirnya menindak 11 juru parkir (jukir) liat serta dua jukir resmi.

Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Yogyakarta, Imanuddi Aziz, menjelaskan para jukir tersebut melakukan beragam pelanggaran. Mulai dari menaikkan tarif sewenang-wenang di atas ketentuan, tidak berizin, hingga menggunakan tempat parkir yang dialokasikan untuk mobil kepada motor.

“Sebanyak 11 orang pelaku parkir yang jelas tidak punya izin dan tarifnya di atas ketentuan. Kemudian dua juru parkir resmi, pelanggarannya yang mestinya peruntukannya (tempat parkir) mobil digunakan untuk motor sampai tiga saf (baris) dan itu membuat kemacetan,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa (19/6).

Dua jukir resmi tersebut sebelumnya pernah mendapat peringatan sehingga kali ini akan langsung dilakukan tindak pidana ringan (tipiring). Seluruh jukir yang diamankan tersebut nantinya akan dipanggil oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan diagendakan menjalani sidang di pengadilan.

Titik-titik pelanggaran oleh jukir tersebut terjadi di Jalan Suryatmajan, Jalan Beskalan, Jalan Pasar Kembang, Jalan Ketandan, Jalan C Simanjuntak, sisi utara dan selatan Gedung Agung, serta Jalan Solo.

Tarif Mencapai Rp 20 Ribu

Persoalan mahalnya tarif parkir di Yogyakarta sempat ramai di twitter. Akun @langitbirudotid menggunggah foto karcis parkir yang tarifnya telah diubah dengan spidol dari Rp 2 ribu menjadi Rp 20 ribu, 10 kali lipat dari harga resmi. Dalam cuitannya, akun tersebut menyebut lokasi parkir berada di Jalan Mangkubumi.

Menanggapi hal tersebut, Aziz menjelaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti.

“Ya nanti malam kita tindak lanjuti. Kemarin malam kita nggak menemukan, kesulitan saya cari di Facebook saya nggak menemukan (informasi titik lokasi parkir tarif mahal),” bebernya.

Terkait parkir di Jalan Mangkubumi, sudah ada jukir resmi yang dibina dan mentaati aturan. Akan tetapi pada masa liburan, banyak warga yang turut mengambil kesempatan sebagai jukir, hanya saja sering kali tarifnya melonjak jauh dari ketentuan yang berlaku.

“Pada kesempatan liburan ini biasanya ada warga yang aji mumpung melakukan aktivitas parkir liar. Ketika selesai jam kerja juru parkir resmi, kemudian diambil alih oleh orang lain terutama (lokasi parkir) di jalur-jalur lambat,” tegasnya.

Namun, jika ketahuan yang menaikkan tarif sewenang-wenang adalah jukir resmi, Aziz tidak segan-segan untuk mengevaluasi izin jukir tersebut.

“Kalau jukir resmi (menaikan tarif sewenang-wenang), akan kita pertimbangkan untuk keberlangsungan izinnya ke depan,” timpalnya.

Dijelaskan Aziz, kenaikan tarif parkir juga sempat terjadi di parkir luar kebun binatang Gembira Loka. “Sebelum Lebaran kita sudah ketemu warga dengan lurah, kecamatan untuk persiapan libur Lebaran, harapannya para pengelola yaitu warga sekitar agar tidak nuthuk (menaikan tarif tidak wajar). Kita cek lapangan nanti kita beri tindakan (kalau menaikkan tarif tidak wajar),” ungkapnya.

Tarif Resmi Hanya Rp 2 Ribu

Meski ada sejumlah alternatif yang dibahas dalam raperda soal parkir, namun pihaknya menjelaskan bahwa atas nama apa pun tidak ada tarif parkir khusus saat Lebaran atau liburan, semua berlaku sama, yakni Rp 1 ribu untuk motor dan Rp 2 ribu untuk mobil yang parkir di tepi jalan.

“Kalau tempat khusus parkir memang berlaku tarif progresif, yaitu tarif yang bisa bertambah seiring bertambahnya jam dia berapa lama,” pungkasnya.

Berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum, tarif retribusi pada satuan ruang parkir di tepi jalan umum kawasan I yang termahal adalah Rp 30 ribu dan berlaku pada truk gandeng sumbu III. Sementara mobil pribadi besaran tarif Rp 2 ribu dan sepeda motor Rp 1 ribu.

Sementara untuk satuan parkir tidak tetap, tarif parkir termahal berlaku pada truk gandeng sumbu III dengan tarif Rp 40 ribu. Sementara mobil pribadi besaran tarif Rp 3 ribu dan sepeda motor Rp 2 ribu.

Denny, salah seorang warga Yogyakarta yang juga memiliki pengalaman di bidang jasa penginapan dan wisata menjelaskan, kenaikan tarif parkir yang tidak wajar dikhwatirkan dapat membuat wisatawan kecewa.

“Kasihan aja kalau tarifnya tidak wajar,” katanya.

Dirinya tak keberatan jika ada kenaikan tarif parkir saat musim liburan seperti saat ini. Asal pengelola parkir hingga juru parkir dapat menjamin keamanan kendaraan yang terparkir.

“Naik (tarif parkir) asal sesuai regulasi dan tentunya kendaraan harus aman,” pungkasnya. (Wis/Kumparan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: