Sketsa News
Home News, Politik Tawarkan Diri ke Mana-mana, Cak Imin Masih Menunggu Sinyal Jokowi?

Tawarkan Diri ke Mana-mana, Cak Imin Masih Menunggu Sinyal Jokowi?

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin (HENDRA EKA/JAWA POS)

Sketsanews.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) telah menyatakan dirinya sebagai calon wakil presiden (cawapres) walaupun belum jelas siapa yang akan menggandengnya.

Dalam berbagai kesempatan ia mengatakan ingin berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi) dengan adanya Deklarasi JOIN (Jokowi-Muhaimin). Namun dalam kesempatan lain ia menyebut juga ingin berpasangan dengan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra.

Menurut pengamat politik dari Charta Politica Muslimin, upaya Cak Imin menawarkan diri kepada beberapa bakal calon presiden (capres) ini menunjukkan belum adanya sinyal yang diberikan Jokowi untuk menggandengnya.

Cak Imin turut dalam rombongan RI-1 saat menjajal kereta bandara Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu. (dok. Biro Pers Setpres)

“Sehingga ia mencoba untuk menyebut bisa berpaling ke calon lain dan berupaya untuk memberikan tawaran kepada Jokowi agar segera untuk melamarnya,” ujar Muslimin dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (17/5).

Jika itu memang merupakan upaya tawar-menawar Cak Imin ke Jokowi, menurut Muslimin tidak tepat. Sebab, dari sisi jumlah kursi untuk pencalonan, Jokowi sudah bisa maju tanpa ada dukungan PKB.

Apalagi masih banyak ketua umum partai lain yang bisa bersaing dengan Muhaimin. Dengan kata lain, upaya Cak Imin bakal sia-sia.

“Ada Romahurmuziy dari PPP dan Airlangga Hartarto dari Golkar yang juga memungkinkan untuk digandeng oleh Jokowi. Golkar secara jumlah kursi jauh lebih besar dibanding PKB, sementara PPP lebih dahulu mendukung Jokowi dibanding PKB,” katanya.

Dibanding kepada Jokowi, Muslimin menilai, tawaran Cak Imin sebenarnya lebih tepat untuk Prabowo. Sebab, secara kursi Gerindra tidak cukup untuk mengusung Prabowo tanpa berkoalisi dengan partai lain.

Memang ada PKS, namun Gerindra dan PKS secara resmi belum mendeklarasikan diri untuk mengusung Prabowo. Muslimin menambahkan, Cak Imin berpotensi untuk menawarkan dirinya kepada capres selain Jokowi dan Prabowo.

Pasalnya, dia melihat, ambisi menjadi cawapres sudah harga mati bagi ketua PKB ini. Ambisi ini secara etika politik tidak bagus dan tidak etis.

“Bahkan Cak Imin mungkin saja tidak hanya menawarkan diri ke Jokowi dan Prabowo. Jika ada tokoh lain yang berpotensi menjadi capres ia juga akan menawarkan dirinya,” pungkasnya.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: