Sketsa News
Home Tekno-Sains Tak Bisa Beroperasi di Kampung Halaman, Telegram Gigit Jari

Tak Bisa Beroperasi di Kampung Halaman, Telegram Gigit Jari

Sketsanews.com, JAKARTA – Telegram harus menelan pil pahit setelah menerima pernyataan dari Pemerintah Rusia untuk mencekal platform mereka untuk beroperasi. Hal ini dikarenakan pihak Telegram tidak mau bekerja sama dengan Pemerintah Rusia terkait informasi percakapan yang terjadi di platform tersebut.

Pencekalan ini dilakukan setelah pihak otoritas Watchdog Rusia mengesahkan hal ini melalui sebuah pengadilan di Rusia. Mereka mengatakan jika pihak berwenang Rusia membutuhkan kemampuan untuk mendekripsi pesan yang dikirim oleh calon teroris di Telegram.

Sebenarnya, platform pesan terenkripsi tersebut telah mendapatkan surat permintaan untuk membuka semua pesan untuk pihak berwenang. Namun hingga 4 April, Telegram tidak menyerahkan kunci enkripsi tersebut.

Keputusan ini diawali dari pernyataan badan keaman rahasia Rusia, FSB yang menyatakan Telegram merupakan aplikasi pilihan bagi para organisasi teroris internasional di Rusia, seperti melansir dari laman Ars Technica, Minggu(15/4/2018).

FSP pun menyatakan penyerangan yang terjadi di kereta bawah tanah di St. Petersburg yang menewaskan 15 orang terjadi karena kesalahan Telegram. Hal ini dikarenakan kuat dugaan para teroris melakukan telekomunikasi melalui Telegram.

Padahal, pada 2016 silam, Kremilin mendukung undang-undang anti-terorisme yang menuntut pihak berwenang untuk diberikan akses backdoor ke aplikasi terenkripsi. Tentunya, ini merupakan hal yang sangat berat untuk dilakukan oleh Telegram.

Hal ini tidak lepas dikarenakan pihaknya mengkhawatirkan keamanan data 200 juta penggunanya, yang terdiri dari pengacara, wartawan, pejabat pemerintah, dan lain-lain. Dan, CEO Telegram Pavel Durov beberapa tahun lalu pernah menyatakan bahwa mereka tidak akan menyerahkan privasi para penggunanya.

“Privasi tidak untuk dijual, dan hak asasi manusia tidak boleh dikompromikan karena ketakutan atau keserakahan,” kata Durov.

Setelah keputusan tersebut disahkan, para ISP di Rusia pun berbondong-bondong memblokir Telegram. Pihak Telegram pun kini hanya bisa menggigit jari melihat platform mereka tidak bisa diakses di kampung halamannya sendiri. (chn)

(kem/Okezone)

(in)

%d blogger menyukai ini: