Tentang Sandera 1.300 WNI di Papua, Ingat Prabowo Sukses Memimpin Pembebasan Sandera Papua 1996

MENDENGAR 1300 WARGA PAPUA SAAT INI “DISANDERA” KELOMPOK BERSENJATA ,INGATAN SAYA PUN MELAYANG KE LETJEN PRABOWO SUBIANTO YG SUKSES MEMIMPIN LANGSUNG PEMBEBASAN SANDERA ( SEBAGIAN BESAR ORANG ASING) DI MAPENDUMA, PAPUA TAHUN 1996

By : KINANTI PRAWIRO

Sungguh terkejut saya membaca berita di portal Kompas hari ini (9/11), berdasarkan penjelasan dari Kepala Kepolisian Daerah Papua, Boy Rafly Amar, bahwa sedikitnya ada 1300 warga dari dua desa, yaitu Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok orang bersenjata. Tak hanya dilarang keluar kampung, barang-barang berharga mereka pun juga dirampas.

Menurut Boy, pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan pihak TNI utk langkah-langkah persuasif dan preventif agar masyarakat yg “disandera” tdk mendapat ancaman atau tekanan dari kelompok bersenjata itu.

Boy tidak menjelaskan jumlah kelompok bersenjata yg menyekap 1300 warga, juga dari organisasi apa. Hanya disebutkan dua desa itu berada di seputar area Freeport. Sebagai warga yg mencintai NKRI, saya khawatir atas keselamatan 1300 warga tersebut.

Dan ingatan saya pun melayang saat tahun 1996, seorang Jenderal (rasanya ini baru terjadi sepanjang sejarah TNI di Indonesia) memimpin langsung operasi pembebasan sandera. Dia adalah Letjen (Purn) Prabowo Subianto, yg kala itu menjabat sebagai Komandan Pasukan Baret Merah atau Danjen Kopassus dengan pangkat Brigjen.

Prabowo tidak hanya mengatur strategi melakukan negosiasi dengan para penyandera, namun pada akhirnya Di saat negosiasi menemui jalan buntu, maka ia pun turun di garis depan memimpin penyerbuan.

Kecerdikan Prabowo saat memimpin penyanderan yg menggemparkan dunia itu, tak hanya karena dia berhasil mengatur berbagai kesatuan TNI, tapi juga saat dia berani melibatkan personil non TNI yg diketahui bisa membaca dan membuat peta, serta membaca gerakan alam seperti Ketua Wanadri saat itu yaitu Iwan Abdulrahman, dan Geolog yg juga pentolan Wanadri Teddy Kardin yg dikenal juga sebagai ahli pisau. Oh ya Iwan Abdulrahman atau Abah Iwan ini dikenal juga sebagai pencipta lagu Melati dari Jaya Giri yg merupakan lagu kebangsaan anak-anak pendaki gunung.

Utk sekedar mengingat sejarah kehebatan TNI l/ ABRI kita (siapa tau ada yg belum pernah membaca), saya coba ambil dari berbagai sumber peristiwa Mapenduma. Operasi Mapenduma adalah operasi militer utk membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorenntz ‘95 yg disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik.

Ekspedisi yg mayoritas diikuti warga asing dari Belanda, Jerman dan Inggris itu sudah ada di Papua sejak bulan November 1995.

Cerita bermula saat 8 Januari 1996, Mission Aviation Felloship cabang Wamena melaporkan ke Kodim Jaya Wijaya, Irian Jaya, bawa sejumlah peneliti telah disandera OPM di desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Kabupaten Jayawijaya atau sekitar 160 Km barat daya Wamena. Belakangan diketahui jumlah sandera itu 26 orang, termasuk bayi.

Pada 11 Januari Kodam Trikora mengirim tim gabungan ke lokasi penyanderaan, dan pada hari itu pasukan Kopassus langsung tiba di Jaya Pura, dan bergabung dengan tim Kodam Trikora.

13 Januari 1996 mulai ada 9 sandera yg dibebaskan, termasuk ibu dan bayinya. Pimpinan sandera juga sdh mulai bisa dikontak, dan mereka (OPM) minta disiapkan Helikopter dan pemimpin agama. Tanggal 16 Januari ABRI mengirim dua buah helikopter yg berisi makanan dan obat-obatan juga selimut, dan juga tokoh agama utk melakukan mediasi. Saat itu satu lagi sandera orang asing dibebaskan.

Kantor berita reuter mengungkapkan bahwa Inggris juga telah mengirim tiga anggota detektifnya. ABRI (saat itu TNI namanya masih ABRI) bisa menerima utk bekerjasama.

Tanggal 19 Januari sebetulnya Danjen Kopassus Brigjen Prabowo Subianto, sudah menemukan titik terang utk mengambil 14 sandra yg tersisa, namun karena permintaan Sekjen PBB Boutros-Boutros Gali agar sandera dibebaskan dengan damai, maka Prabowo pun mengurungkan operasi militernya saat itu.

Namun setelah hampir 4 bulan berbagai langkah agar sandera dibebaskan dengan jalan damai, baik dilakukan oleh pihak ABRI, Misionaris dari negara-negara yg rakyatnya menjadi sandera sampai Palang Merah Internasional (ICRC), semua menemui semua jalan buntu, karena Kelly Walik (pimpinan OPM) tetap meminta kemerdekaan utk Melenasia Barat, maka akhirnya tanggal 9 Mei dimulai operasi militer, dipimpin oleh Brigjen Prabowo Subianto (Danjen Kopassus). Tentu setelah mendapat izin dari otoritas tertinggi Jakarta dan negara-negara yg terlibat dalam negosiasi.

Delapan Helikopter jenis Bell 412 dan Bolco 105 milik Dinas Penerbangan AD mengangkut TIM PEMUKUL dari Kopassus menuju sasaran.

Namun rupanya gerombolan sudah dibawa kabur kegunung-gunung yg masih perawan.

Prabowo akhirnya menurunkan Tim Kopassus dan Tentara yg di Irja yg sudah dapat pelatihan pemburu jejak. Dengan dibantu pengamatan udara pesawat tanpa awak RPVs yg disewa dari Sinagpura, akhirnya ditemukan posisi OPM yg membawa 11 sandera (7 orang asing dan 4 Indonesia). Tiga sandra yg lain tidak diketahui keberadaannya karena selama empat bulan OPM membawa berpindah-pindah dari gunung ke gunung.

Tanggal 15 Mei DRAMA penyanderaan berakhir, saat Prabowo bersama 9 orang anggota Tim Pemukul Kopassus berhasil memepet OPM. Dalam pertemptan yg berhadap-hadapan itu, 9 sandera bisa diselamatkan, sedangkan 2 sandera warga negara Indonesia meninggal dunia dibacok OPM. Dalam operasi yg didukung 400 personil ABRI ini dari pihak ABRI tidak ada yg tewas, sedangkan dari pihak OPM 8 tewas dan 2 ditangkap, yg lain melarikan diri.

Meski pada saat perang melepaskan sandera tdk ada yg gugur dari ABRI, namun tercatat 5 orang angota TNI gugur karena Helikopter jatuh pada saat akan menyerbu lawan.
Setelah sandra berhasil dibebaskan, maka operasi militer pembasan sandera dinyatakan selesai, dan dilanjutkan pengejaran anggota OPM yg dimpin langsung oleh Pangdam Trikora kala itu.

Bravo Kopassus, Bravo Prabowo, kami ingin Prabowo2 muda turun lagi membebaskan 1300 rakyat yg disekap di sekitar area Freeport saat ini.

via FB. Nanik Sudaryati

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: