Terindikasi Ada Pungli, Jalanan di Sukorejo Kendal Semrawut

Suasana Jalanan semrawut di Sukorejo (mcwnews.com)

Suasana Jalanan semrawut di Sukorejo (mcwnews.com)

Sketsanews.com, Kendal – Carut marut jalanan di seputaran bundaran dan akses masuk ke pasar Sukorejo, Kendal hingga kini semakin menahun dan tidak jelas penanganannya. Terlebih lagi, saat menjelang malam diramaikan lalu-lalang bus ukuran besar trayek Jakarta ke Magelang dan Yogyakarta atau sebaliknya yang menggunakan ruas jalan provinsi lewat Sukorejo tersebut yang sering memacetkan arus lalu lintas setempat.

Dan hal ini terjadi diduga ada atensi dari pihak pedagang maupun pihak pengusaha bis kepada oknum tertentu.

“Ya kami setiap harinya telah dipungut untuk berjualan disini,” ujar seorang pedagang yang perlu dirahasiakan identitasnya kepada MCW News Jateng.

Sementara itu Kepala, Satpol PP Kendal, Subarso mengatakan kalau PKL sudah membayar kepada dinas pasar, tentunya kami akan bekerja sama dengan Disperindag, kami akan melakukan pembersihan secara bertahap. Kami juga akan bekerja sama dengan Disperindag untuk memberikan bantuan bagi yang tergusur.

“Kawasan itu menjadi pengawasan Satpol PP, karena dari tinjauan provinsi kami sudah melakukan penertiban PKL di jalan Pemuda,” ujarnya. Ditempat terpisah Kepala Dinas Perhubungan ( DISHUB) Kendal, Toha saat dikonfirmasi terkait legalitas perizinan trayek beberapa bis malam yang melintas Sukorejo tersebut mengatakan bahwa masalah izin trayek itu wewenang provinsi. Bahkan Ia pun membantah jika perizinan trayeknya ada atensi (Red: pungli).

“Yang lewat di situ tidak ada, dan kami tidak pernah minta atensi,” ungkapnya.

Selanjutnya Toha pun menegaskan pihaknya terus melakukan penertiban terhadap bis malam tersebut dengan melakukan operasi,.

“Tapi yang berhak menilang dari Kepolisian mas,” imbuhnya.

Dalam pantauan MCW News Jateng, memang selama ini kesemrawutan para pedagang kaki lima serta arus lalu lintas diseputaran Jalanan bundaran serta akses menuju pasar Sukorejo termasuk langganan macet. Karena para PKL-nya menjajakan dagangannya di trotoar dan bahu jalan yang merupakan fasilitas umum bagi para pejalan kaki dan ditambah lagi sistem perparkirannya yang sembarangan dengan bis-bis malam jurusan luar kota yang setiap malamnya menyerbu jalan alternatif Sukorejo.

Padahal ruas jalan sukorejo yang termasuk salah satu jalan provinsi kelas III sebagaimana Keputusan Gubernur Jateng Nompr: 620/2/2016 tentang penetapan status ruas jalan sebagai jalan Provinsi Jateng. Kemudian kelas jalan sebagaima ruas Sukorejo tersebut mestinya tidak boleh diizinkan bis ukuran besar yang Muatan Sumbu Tetberatnya ( MST) 8 ton.

Karena diketahui bis-bis yang melintas jalan tersebut panjangnya 12.255 mm, Tinggi 3600 mm dan Lebar 3500 mm. Sedangkan ketentuan ruas jalan provinsi seperti jalanan sukorejo mestinya hanya bisa dilewati kendaraan roda 4 (empat) yang panjangnya tidak melebihi 8000 mm, karena hal ini jika mengacu pada undang-undang Nomor: 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Jalan Raya pasal 125 yang menjelaskan, pengemudi kendaraan bermotor angkutan wajib menggunakan jaringan jalan sesuai dengan kelas jalan yang ditentukan.

(Wis/MCW News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: