Terjaring OTT KPK, Harta Bupati Cianjur Tercatat Rp2 Miliar

Bupati Cianjur ( Foto : istimewa )

Bupati Cianjur ( Foto : istimewa )

Sketsanews.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar bersama lima orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT). Irvan diduga menerima uang yang dikumpulkan dari kepala sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dari hasil operasi tangkap tangan tersebut, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan pihaknya mengamankan uang sejumlah Rp1,5 miliar.

“Yang diduga dikumpulkan dari kepala sekolah,” ujar Laode, Rabu (12/12).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan setelah melakukan operasi tangkap tangan, pihaknya kini tengah memeriksa intensif Irvan bersama lima orang lainnya.

Bupati dan beberapa yang lain sedang diperiksa di KPK,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Irvan adalah Bupati Cianjur yang terpilih pada proses Pilkada 2015. Mengintip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rabu (12/12), Irvan tercatat memiliki harta sekitar Rp2 miliar.

Dia terakhir melaporkan harta kekayaannya ketika masih menjabat Anggota DPRD Jawa Barat atau ketika akan maju sebagai calon Bupati Cianjur, pada 22 Juli 2015 lalu.

Dari LHKPN tersebut, Irvan tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Cianjur. Nilai aset harta tidak bergeraknya tersebut mencapai Rp1,4 miliar.

Irvan juga memiliki harta bergerak berupa mobil Suzuki Swift, Daihatsu Terios, Toyota Alphard, dan satu unit motor Honda Vario. Seluruh aset tersebut sebesar Rp487 juta. Irvan juga mempunyai giro dan setara kas sejumlah Rp121,4 juta.

Pria yang disebutkan baru berpindah perahu politik dari Partai Golkar ke Partai NasDem itu merupakan anak mantan Bupati Cianjur dua periode, Tjetjep Muchtar Soleh.

Sebelum ikut dalam Pilkada Cianjur 2015, Irvan diketahui sebagai anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dari fraksi Demokrat. Ia kemudian berlabuh ke Golkar yang mengusungnya sebagai paslon Pilkada Cianjur 2015 berpasangan dengan Herman Suherman.

Pada Pilkada tersebut Irvano-Herman diusung Golkar, PKB, dan PBB. Mereka menyingkirkan paslon independen Deni-Zaini, dan paslon yang diusung enam partai (PDIP, PPP, Gerindra, PKS, Hanura, PAN, dan NasDem).

Mengutip dari situs resmi pemkab Cianjur, pada profil bupati, Irvan yang memiliki empat anak itu meniti karier politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Cianjur (2009-2012), lalu berlanjut saat terpilih ke DPRD Jabar pada 2014 silam.

Sebagai kepala daerah Cianjur, Irvan menggantikan ayahnya sendiri yakni Tjetjep Muchtar Soleh yang telah menjabat selama dua periode. Tjetjep sendiri diketahui sebagai bupati Cianjur pertama buah pemilihan langsung. (As)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: