Ternyata Angkut Motor Pakai GL Pro di Bromo ada Tarifnya

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Meski ada aturan ketat terkait batas muatan kendaraan, namun pelanggaran sejenis masih sering kita temukan. Salah satunya seperti yang terlihat di obyek wisata Gunung Bromo, Jawa Timur.

Di kawasan tersebut, kita dengan mudah menemukan ojek yang mengangkut barang bawaan berat. Bermodalkan sepeda motor tua, mereka mampu menggendong tunggangan pengunjung yang terpaksa mogok di tengah jalan.

Menariknya, jasa tersebut tak hanya ditujukan untuk matik dan bebek saja, pemilik motor sport pun bisa ikut merasakannya. Seperti pada motor Ninja yang belum lama ini viral di jagat maya.

Terbaru ada lagi unggahan @agoez_bandz4 di laman Instagram, yang memperlihatkan seorang pengojek bermotor Honda GL tengah menggendong CBR150R di lintasan menanjak.

Menurut beberapa sumber, hal itu sudah biasa terjadi. Sebab, hampir tak ada bengkel yang berdiri di sepanjang jalan. Sehingga, sepeda motor yang mogok di lokasi itu, mau tak mau harus menggunakan jasa angkut tersebut.

Namun, ongkos yang harus ditebus untuk mengangkut sepeda motor yang mogok, ternyata tidak sedikit. Seorang warganet dengan akun @dandi_ramadhan coba membagikan pengalamannya.

“Pernah teman saya angkut Vixion gara-gara kehabisan kampas kopling. Setelah nego, sampai ke tukang tambal ban di atas, kena Rp200 ribu. Dan hebatnya, bengkel tambal ban di situ sudah sedia kampas kopling segala macam merek, dan bisa langsung diganti. Harga kampas kopling Vixion satu set termasuk masuk akal, sekitar Rp150 ribu. Jadi mahal angkutnya daripada kampasnya,” tulisnya.

Sementara itu, ada akun lain bernama @ezrabara yang membagikan tips terkait berlibur ke Bromo menggunakan sepeda motor.

“Biasanya yang kayak gini sering main kopling di padang pasir. Jadi sebelum naik ke penanjakkan, udah habis duluan kampas koplingnya. Apalagi penanjakkan itu curam dan ada beberapa bagian yang sangat curam. Motor loyo dikit, pasti enggak kuat. Kalau ke Bromo dan mau lewat padang pasir mending pas musim hujan, karena pasir padat, jadi motor bisa jalan santai. Kalau musim kemarau pasirnya kering, bikin selip ban dan akhirnya sering tahan kopling.” (Gs)

sumber : 100kpj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: