Tersangka Pembobol Konter HP di Mojokerto Ternyata Juga Beraksi di Kota-kota Lain

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, menginterogasi tersangka pembobol dan pencurian toko ponsel Uniq Cell, Rabu (13/3)

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, menginterogasi tersangka pembobol dan pencurian toko ponsel Uniq Cell, Rabu (13/3)

Sketsanews.com, Mojokerto – Polisi berhasil mencokok dua dari komplotan pembobol dan pencurian di toko ponsel Uniq Cell yang berada di Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Dari penangkapan ini terkuak bahwa para pelaku juga beraksi di kota-kota lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Komplotan ini merupakan jaringan antar kota. Mereka melakukan aksi pencurian di Jepara, Kediri, Sidoarjo dan Mojokerto,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Rabu (13/3).

Setyo menyebutkan, kedua tersangka itu yakni, Subagiyo, warga Desa Wirobiting, Prambon, Kabupaten Sidoarjo dan Hayat Efendi, warga Jalan Veteran, Kebomas, Kabupaten Gresik. Hayat Efendi merupakan penadah ponsel hasil curian Subagiyo beserta komplotannya.

“Komplotan ini terakhir kali beraksi dengan membobol toko Uniq Cell di Jalan Pahlawan, Desa Sarirejo, Mojosari, Mojokerto, Sabtu (1/12) tahun kemarin 2018. Komplotan itu berhasil mencuri 223 ponsel dan 89 kartu memori mikro. Korban (Wendy Wijaya) mengalami kerugian Rp 277 juta,” sebutnya.

Dari 223 ponsel yang berhasil digasak tersangka, lanjut Setyo, pihaknya hanya berhasil menemukan 10 ponsel saja. Sebab, tersangka telah menjual ponsel hasil curian itu di beberapa tempat di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Barang bukti lain terjual. Karena ponsel,  lakunya cepat. Penadah lain masih kami gali. Hingga kini tersangka masih tutup mulut. Kami juga masih memburu 2 tersangka lain,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka Subagiyo mengaku, dirinya mendapatkan jatah 100 ponsel dari 223 ponsel yang berhasil dicuri. Ratusan ponsel itu dia jual dengan harga miring.

“Saya jual dengan harga miring supaya cepat laku. Ratusan ponsel itu saya jual ke wilayah Gresik,” katanya.

Subagiyo menerangkan, yang bertugas mencari sasaran toko ponsel yakni tersangka Oneng. Dia hanya sebatas mengikuti arahan saja. Hingga kini Oneng masih buron.

“Saya hanya mengikuti arahan saja,” tandasnya. Tandasnya.

Akibat perbuatannya, ke dua tersangka tersebut harus mendekam di penjara Polres Mojokerto. Ke dua tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dan ancaman hukumannya 9 tahun penjara, seperti dikutip dari surya.co.id.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: