Terungkap! Investor Lebih Suka Pegang Rupiah Ketimbang Dolar

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Sketsanews.com – Jakarta  – Pelaku pasar sepertinya semakin percaya terhadap rupiah. Dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS), investor terlihat lebih nyaman memegang mata uang Tanah Air.

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Reuters menggelar jajak pendapat bulanan untuk mengetahui posisi jual (short) atau beli (long) terhadap mata uang utama Asia. Hasilnya dicerminkan dalam angka -3 sampai 3, semakin tinggi maka dolar AS kian berada di posisi long sehingga menggambarkan tekanan terhadap mata uang Benua Kuning.

Dalam survei yang dihelat pada 9 Januari 2020, posisi rupiah berada di -0.49. Membaik dibandingkan survei 5 Desember 2020 yaitu -0,35. Angka -0,49 adalah yang terbaik sejak November 2019.

DD/MM CNY KRW SGD IDR TWD INR MYR PHP THB
9/1 -0.55 -0.13 -0.56 -0.49 -0.63 0.40 -0.24 -0.23 -1.04
5/12 0.18 0.39 -0.30 -0.35 -0.63 0.44 0.25 -0.62 -1.19
21/11 -0.11 -0.37 -0.71 -0.41 -0.84 0.31 0.11 -0.64 -1.08
07/11 -0.18 -0.38 -0.48 -0.50 -1.03 0.10 0.04 -0.85 -1.08
24/10 0.25 0.07 -0.06 -0.22 -0.56 0.31 0.45 -0.29 -1.13
10/10 0.82 0.88 0.59 0.08 -0.06 0.39 0.55 0.20 -0.80
26/9 0.84 0.91 0.51 0.01 -0.05 0.34 0.56 0.34 -0.77
12/9 0.95 1.13 0.63 -0.12 0.28 0.78 0.37 0.39 -0.52
29/8 1.51 1.68 1.17 0.45 0.78 0.85 0.81 0.60 -0.73
15/8 1.09 1.41 0.99 0.33 0.47 0.17 0.59 0.16 -0.68

Reuters

Sejak pekan keempat Oktober 2019, rupiah terus berada di posisi long. Artinya, kepercayaan investor terhadap rupiah semakin menebal.

 

Sekurangnya ada dua faktor yang membuat investor pede memegang rupiah. Pertama, pekan lalu Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa sebesar US$ 129,18 miliar. Ini adalah posisi tertinggi sejak Januari 2018.

 

Cadangan devisa yang gemuk membuat BI leluasa jika harus melakukan intervensi di pasar. Nilai tukar rupiah akan lebih stabil karena BI siap ‘mengawal’ dengan bekal amunisi yang memadai.

Kedua, berinvestasi di aset-aset berbasis rupiah (terutama obligasi pemerintah) masih sangat menarik. Saat ini, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun berada di 6,868%. Meski dalam tren turun, tetapi masih lebih tinggi ketimbang yang diberikan oleh instrumen serupa di sejumlah negara berkembang.

Didorong oleh pencarian cuan di pasar obligasi pemerintah, investor jadi rajin mengoleksi rupiah agar bisa ikut dalam lelang Surat Berharga Negara (SBN). Dalam lelang terakhir pada 7 Januari lalu, jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 81,54 triliun dan pemerintah mengambil Rp 20 triliun.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)

Sumber : CNBCI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: