Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, kriminal, News TNI Ragukan Informasi Prajurit Disandera KKSB

TNI Ragukan Informasi Prajurit Disandera KKSB

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih, Kol Inf M. Aidi (haipapua)

Sketsanews.com, Jakarta – Situasi mencekam di Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua pascainsiden baku tembak antara TNI dan kelompok kekerasan separatis bersenjata (KKSB) pada Sabtu (16/6) berangsur pulih. Masyarakat pun telah melakukan aktifitas secara normal.

Meski demikian, TNI tetap menggelar operasi pengamanan agar peristiwa serupa tidak terulang. Di sisi lain, TNI juga masih menyelidiki kebenaran informasi terkait penyanderaan yang dilakukan KKSB terhadap seorang prajurit.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (18/6), menerangkan penembakan tersebut dilancarkan oleh KKSB pimpinan Lery Mayu Telenggen. Walhasil, lima prajurit terluka akibat serangan mendadak itu.

Kapten Inf GP terluka di bagian pelipis mata kanan dan lengan kiri, Pratu EA tertembak di bagian lengan kiri hingga mengalami patah tulang, Praka S tertembak di paha kiri dan kanan, Pratu BS mengalami luka tembak di paha kanan, dan Pratu R tertembak di bagian paha kiri.

Seluruh prajurit tersebut selanjutnya dilarikan ke RSUD Kota Mulia guna mendapat pertolongan.

“Para prajurit yang terluka sudah diobati dan sekarang dalam keadaan sehat. Tidak ada luka serius,” ujar Aidi, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Menurut dia, aksi keji KKSB yang menamakan diri sebagai organisasi papua merdeka (OPM) bermula ketika rombongan prajurit dari sejumlah satuan TNI AD menggelar patroli pengamanan Idul Fitri dan monitoring wilayah di Distrik Yambi.

Seusai berkomunikasi soal keamanan dengan beberapa masyarakat yang berdomisili di Kampung Tineri, Distrik Yambi, para prajurit pun bergerak menuju Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Namun, dalam perjalanan justru terjadi penembakan yang menyasar rombongan.

Pihak TNI, sambung dia, balas menembak dan berhasil memukul mundur KKSB tersebut.

“Kendaraan pertama yang berada paling depan milik pasukan TNI dari Yonif Raider 753/AVT ditembak dari arah salah satu bukit. Kemudian tembakannya mengenai supir dan dua anggota lain yang berada di bak belakang mobil,” katanya.

Aidi menegaskan bahwa insiden baku tembak itu hanya berlangsung singkat dan tidak ada prajurit yang disandera. Namun, ia tidak menampik adanya informasi penyanderaan terhadap seorang prajurit anggota Yonif Raider 753/AVT.

“Pada awal Juni lalu ada kabar seorang prajurit Pratu DN disandera. Pratu DN merupakan disersi dan dia bersama pacarnya, D, 18 dikabarkan bergabung dengan KKSB. Nah, apakah memang mereka disandera atau justru bergabung, itu belum bisa kami pastikan,” tandasnya. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: