TPA di Malang Longsor Telan Satu Korban Jiwa

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Malang, Jawa Timur. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Seorang warga Malang tewas akibat tertimbun longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Malang, Jawa Timur, Rabu, 11/7/2018.

Miskan (35) saksi mata mengungkapkan, peristiwa terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, kata dia, seperti biasa para pemulung sedang memilah sampah. Namun, tiba–tiba tumpukan sampah setinggi 3 meter longsor.

Material sampah yang longsor itu menimpa Agus Sujarno, warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

“Kami sedang memulung di tebing, tiba-tiba longsor dan Agus di bawah. Saya sempat jatuh, tetapi saya tancapkan kayu agar saya tidak jatuh. Nah, Agus yang ada di bawah lari, tetapi tidak terselamatkan dan tertimbun,” ujar Miskan kepada media, Rabu (11/7/2018).

Miskan yang selamat kemudian lari meminta pertolongan ke warga. Laporan itu dilanjutkan ke UPT TPA Supit Urang untuk mencari jasad korban.

Kepala BPBD Kota Malang, J Hartono mengungkapkan, bahwa korban hingga menjelang petang belum ditemukan. Proses pencarian tidak maksimal karena kondisi tanah yang curam.

“Kami menduga korban terpeleset dan tertimbun longsoran sampah. Untuk akses titik spot, kondisi lingkungan terlalu curam sehingga alat berat tidak bisa masuk ke titik spot. Tingkat kemiringan sangat curam,” ujarnya.

Miskan mengungkapkan bahwa pemulung lainnya sudah mengingatkan dirinya untuk tidak mendekat ke lokasi karena rawan longosr.

TPA Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Malang, Jawa Timur. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

“Ya, tapi karena sampah di sana sampah yang nilai harga jualnya tinggi. Walaupun sudah dilarang pun tetap ingin menjangkau,” katanya.

Sementara iyu, Plt Walikota Malang, Sutiaji mengakui lahan di sekitar lokasi tersebut memang daerah rawan.

“Kita dapat laporan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memang lahan yang rawan. Nanti akan dikasih tanda seperti tulisan papan bahwa zona ini rawan,” ungkap Sutiaji.

Tanda peringatan tersebut menurutnya, agar pemulung tak lagi mendekati zona rawan di TPA Supit Urang supaya tak terulang lagi korban lainnya.

Pihaknya juga meminta pengawasan di TPA–TPA yang ada di Kota Malang diperketat guna mengurangi peristiwa serupa terjadi kembali.
(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: