Sketsa News
 
Home Berita, Berita Terkini, Foto, News, Peristiwa Tragedi Pagi Hari di Tol SuMo yang Tewaskan 5 Orang

Tragedi Pagi Hari di Tol SuMo yang Tewaskan 5 Orang

Foto: Istimewa

Sketsanews.com, Surabaya – Kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Surabaya-Mojokerto (SuMo). Sebuah Toyota Kijang Innova menabrak bagian belakang truk di Km 720.800 yang masuk wilayah Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Selasa (6/11/2018) pagi.

Kecelakaan bermula saat MPV bernopol L 1594 IH itu melintas dari arah barat. Saat melaju kencang, tiba-tiba mobil itu menabrak bagian belakang sebelah kanan dari truk bernopol N 8270 UK yang ada di depannya atau searah.

“Dugaan kami sementara mengantuk,” kata Kanit Lantas Polres Gresik, Ipda Yossi Eka Prasetya, Selasa (6/11/2018).

Di lokasi kejadian juga terlihat bekas ban dari mobil Innova akibat pengereman mendadak. “Di lokasi juga ada terlihat bekas ban pengereman,” ungkap Yossi.

Yossi menambahkan, baik Innova maupun truk yang diseruduk sama-sama melaju dari arah yang sama. “Keduanya melaju dari arah Mojokerto ke Surabaya,” imbuhnya.

                                                       Foto: Istimewa

Tabrakan keras itu pun membuat bagian atas Innova, terutama bagian kiri, hancur. Lima penumpang Innova juga dinyatakan meninggal dunia, termasuk sopir. Sedangkan satu penumpang lainnya mengalami luka berat.

Berikut data kelima korban tewas akibat kecelakaan ini:

1. Pongky Dewanto (61) yang juga sopir Innova, tercatat sebagai warga Jalan Songgolangit, Kota Malang

2. Sugeng Purwadi (48), warga Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo

3. Nurhasan Basri (29), warga Desa Balong, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi

4. Marikan (55), warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri

5. Soeminto (48), warga Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo

Sedangkan satu penumpang atas nama Agung Heri Susanto (38), warga Jalan Kyai Husein, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo dilaporkan mengalami luka berat.

“Empat penumpang meninggal ada di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto, 1 penumpang meninggal dan 1 luka berat ada di RS Petrokimia Driyorejo,” tandas Yossi.

                                                              Foto: Istimewa

Kejadian ini mengingatkan akan sejumlah kecelakaan maut yang terjadi di tol yang baru diresmikan pada bulan Desember 2017 tersebut. Salah satu kejadian yang cukup mengejutkan adalah ketika mobil yang ditumpangi Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar bersama istrinya mengalami kecelakaan di tol yang sama, September silam.

Sang istri dan ajudannya meninggal dunia dalam kecelakaan nahas ini. Tofik sendiri harus menjalani operasi pasca kecelakaan.

         Penampakan mobil Kapolres Tulungagung yang mengalami kecelakaan, September lalu. (Foto: Istimewa)

Terkait hal ini, Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Bambang S Wibowo mengakui jika Tol SuMo masih memiliki sejumlah kekurangan, terutama pada faktor penerangannya yang dirasa masih sangat minim.

Namun ia menekankan bahwa sebagian besar penyebab kecelakaan sebenarnya terjadi karena faktor manusia.

“Memang penerangannya memang kurang. Tapi faktor tersebut tidak signifikan. Sebenarnya faktor paling utama adalah faktor manusianya. Jadi seringkali itu mereka mengaku melihat GPS, mengantuk, overspeed, tidak mengecek kendaraan terlebih dahulu, main handphone, ban meletus,” papar Bambang.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, Bambang pun mengimbau kepada para pengguna jalan tol agar mengecek kesiapan berkendara.

“Sesungguhnya kecelakaan itu berawal dari kesiapan pengendara, mulai dari pengecekan kendaraan dan kesiapan kondisi fisik. Itu yang harus disiapkan. Harus cek fisik dan kendaraan, kalau ngantuk jangan dipaksakan,” pesan Bambang.

Bambang juga meminta pengguna jalan lebih waspada saat berkendara di waktu-waktu rawan kecelakaan.

“Sering di waktu jam 02.00 hingga 05.00 WIB, kemudian pada jam 10 pagi hingga jam 11 siang dan jam 3 sampai jam 4 sore, seringkali terjadi seperti itu,” ungkapnya.

Foto: Istimewa

Ke depan, pihaknya mengaku selalu berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk meminimalisir kejadian serupa terulang kembali.

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol untuk menambah penerangan, karena selepas gerbang penerangannya memang kurang. Itu terlihat hanya mengandalkan alam. Kalau dari pihak kepolisian kita terus melakukan pemantauan kecepatan pengendara dengan alat speed gun pada waktu yang kami anggap rawan,” tandas Bambang.

Dari catatan Bambang, terdapat 20 kecelakaan yang terjadi di Tol SuMo dalam kurun tiga bulan terakhir.

“Selama tiga bulan tercatat ada 20 kejadian. Korban meninggal dunia untuk (kecelakaan) dari arah Surabaya-Mojokerto ada enam kejadian, sedang untuk arah sebaliknya baru satu yang terjadi tadi pagi,” tutupnya. (sdq/dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: