Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Trump-Jong-un Tidak Bahas Tentang Pasukan AS di Korsel

Trump-Jong-un Tidak Bahas Tentang Pasukan AS di Korsel

Presiden AS Donald Trump tidak akan membahas soal keberadaan pasukan AS di Korsel saat bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un. Foto/Istimewa
Presiden AS Donald Trump tidak akan membahas soal keberadaan pasukan AS di Korsel saat bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un. Foto/Istimewa

Sketsanews.com, Singapura – Masalah pasukan Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Korea Selatan (Korsel) tidak akan ada “di meja” pada pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Pertahanan AS Jim Mattis.

“Masalah itu tidak ada ‘di meja’ di sini di Singapura pada tanggal 12 (Juni), tidak juga seharusnya,” katanya di Dialog Shangri-La, pertemuan keamanan di Singapura, mengacu pada tanggal yang dijadwalkan dari pertemuan Trump-Jong-un.

Saat ini ada sekitar 28.500 pasukan AS yang berbasis di Korsel.

Trump mengatakan ia akan bertemu Kim Jong-un untuk pertemuan bersejarah seperti yang semula dijadwalkan. Itu dikatakan Trump setelah pembicaraan luar biasa di Oval Office dengan seorang utusan tertinggi dari Pyongyang.

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa denuklirisasi dan akhir resmi untuk perang Korea yang telah berusia puluhan tahun akan berada di atas meja di Singapura.

Namun, Mattis menekankan: “Setiap diskusi tentang jumlah pasukan AS di Korea Selatan tunduk pada permintaan Korea Selatan untuk memilikinya di sana, dan diskusi antara Amerika Serikat dan Korea Selatan, terpisah dan berbeda dari negosiasi yang terjadi dengan Korea Utara.”

“Masalah itu tidak akan muncul dalam diskusi dengan DPRK,” tegas Mattis menggunakan akronim nama resmi Korut, Republik Rakyat Demokratik Korea, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (2/6/2018).

Namun dia menambahkan: “Jelas jika para diplomat dapat melakukan pekerjaan mereka, jika kita dapat mengurangi ancaman, jika kita dapat mengembalikan kepercayaan diri membangun tindakan dengan sesuatu yang dapat diverifikasi, maka tentu saja jenis masalah ini dapat muncul kemudian antara Korea Selatan dan AS.”

Bulan lalu, Presiden Korsel Moon Jae-in menepis klaim bahwa pasukan AS yang ditempatkan di negara itu – berdasarkan aliansi Seoul dengan Washington – harus pergi jika perjanjian damai ditandatangani dengan Korut. (wal/sindonews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: