Tubuh Kurus dan Kaku, Balita di Mojokerto Menderita Gizi Buruk

Pihak Dinkes Jombang, saat melihat Fajar di rumahnya.

Pihak Dinkes Jombang, saat melihat Fajar di rumahnya.

Sketsanews.com, Mojokerto – Ahmad Fajar, bocah empat tahun yang tubuhnya kurus dan kaku rupanya menderita gizi buruk. Untuk mendapatkan penanganan medis, balita yang diasuh oleh neneknya tersebut, dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah RA Basuni oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Tim dari Dinkes Mojokerto mengecek kondisi Fajar di rumahnya, Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi. Tim dipimpin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Susi Dwiharini dan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) dr Langit Kresna Janitra.

Tak hanya itu, Camat Kemlagi Tri Cahyo dan Kapolsek Kemlagi AKP Eddie Purwo Santoso ikut dalam pengecekan kondisi Fajar. Mereka membujuk nenek Fajar, Asmiatun (49) agar mengizinkan cucunya dibawa ke rumah sakit. Menggunakan ambulans, Fajar akhirnya dirujuk ke RSUD RA Basuni, Gedeg, Mojokerto ditemani sang nenek.

Melansir dari Detik, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Mojokerto Susi Dwiharini mengatakan, tubuh Fajar yang sangat kurus akibat menderita gizi buruk. Di usianya yang sudah 4 tahun, berat badan anak ke dua pasangan almarhum Yunita dan Rifai hanya 5,5 Kg.

“Melihat berat badan berdasarkan usia, anak ini kategori gizi buruk. Berat badannya hanya 5,5 Kg. Harusnya sudah di atas 10 Kg,” kata Susi kepada wartawan di lokasi, Rabu (10/4/2019).

Selain menderita gizi buruk, Susi memperkirakan Fajar menderita penyakit tertentu. Kelainan itu salah satunya terlihat dari kondisi Fajar yang tidak bisa mengunyah makanan. Selain itu, sekujur tubuhnya kaku, kecuali bagian leher. Jenis penyakit yang diderita Fajar akan diketahui setelah ditangani dokter spesialis di rumah sakit.

“Dalam kasus ini secara pemeriksaan klinis ada penyakit penyertanya. Ada kelainan pada Anak Fajar ini. Jadi, harus kami tanggulangi dulu penyakitnya. Kalau penyakitnya sudah bisa ditanggulangi, nanti gizinya bisa diperbaiki dengan cepat,” terangnya.

Susi menambahkan, kondisi Fajar telah dipantau Dinkes sejak 2017. Pemantauan dilakukan oleh Bidan Desa Mojokumpul. “Sudah kami berikan susu dan biskuit kepada Anak Fajar,” ungkapnya.

Tak adanya administrasi kependudukan milik Fajar sempat menjadi kendala untuk pengobatannya di rumah sakit. Namun, Camat Kemlagi Tri Cahyo berjanji membantu untuk mengatasinya.

“Kesulitan secara adminisrasi kami atasi semua supaya anak ini bisa dibawa ke rumah sakit, supaya segera djrawat. Biayanya kami pikirkan, itu menjadi tanggung jawab pemerintah. Kami upayakan supaya dirawat sampai selesai,” tegasnya.

Terkait kondisi nenek Fajar yang cenderung merasa putus asa, Cahyo juga akan memberikan pendampingan. “Terus kami pacu motivasi neneknya,” pungkasnya.

Tubuh Fajar mendadak kaku seperti boneka sejak ibunya meninggal tahun 2016 lalu. Tak hanya itu, balita 4 tahun ini semakin kurus hingga nyaris tinggal tulang dan kulit. Berat badan Fajar saat ini hanya 5,5 kg. (Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: