Tujuh Orang Terbunuh Dalam Baku Tembak India-Pakistan

Foto: istimewa

Foto: istimewa

Sketsanews.com, Pakistan – Tensi semakin meninggi antara India dan Pakistan setelah pada Sabtu (2/3) terjadi baku tembak yang berakhir dengan terbunuhnya tujuh orang dari kedua pihak.

Hanya dalam 24 jam, dua tentara dan dua warga sipil Pakistan  tewas tertembak. Di pihak seberang, seorang wanita dan dua orang meninggal setelah rumah mereka dihancurkan oleh mortir.

Di wilayah Kashmir di India, warga negara berlindung di bunker sementara polisi menerima pengosongan jalan. Panglima Angkatan Darat India harus tergopoh-gopoh menuju Udhampur untuk mendapatkan keamanan perbatasan.

Pekan lalu, tantangan semakin meningkat. Komputasi India memanggil pasukan paramiliter dan unit polisi memberontak. Keesokannya, seorang pengunjuk rasa meninggal ditembak polisi India, seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.

Padahal, pada Kamis (28/2), Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi menyatakan pihaknya siap memulangkan pilot helikopter India yang ditangkap di Kashmir, jika tindakan tersebut memang dapat dilakukan dengan menggunakan Pakistan.

Jumat (1/3), janji tersebut ditepati. Abhinandan Varthaman pulang dengan pengawalan ketat melalui pos perbatasan di Kota Lahore, Pakistan. Namun kemudian meluncurkan video yang menampilkan Varthaman memuji para penculiknya dan mengkritik media India.

Laporan-laporan media lokal mengatakan bahwa video itu dibuat di bawah paksaan Pakistan.

Perdana Menteri India, Narendra Modi membantah, tidak ada seorang pun yang bisa menyetujui India yang baru, yang tak kenal takut dan berani menentukan langkah. Ia juga mengatakan bahwa negaranya memerlukan pesawat tempur Rafale yang ingin dibeli di Prancis.

“Jika India menyelesaikan pengadaan Rafale waktu yang tepat, maka hasil pertempuran baru-baru ini dengan Pakistan bisa berbeda,” katanya.

Melalui Adel al-Jubeir sebagai Menteri Luar Negeri, Arab Saudi pun angkat suara.

“Dia [al-Jubeir] mengunjungi kami dan juga akan mengunjungi India. Dia adalah teman kami dan kami memiliki hubungan sejarah dengan Arab Saudi,” kata Qureshi. (Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: