Ujian Pertama Sikap Adil Densus 88 Polri Pasca UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Yang Baru Disetujui DPR RI

Muhammad Kalono

Sketsanews.com, Jakarta – Definisi baru “terorisme” di dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disetujui oleh DPR RI pada 25 Mei 2018, berbunyi:

“perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.”

Pada tanggal 28 Mei 2018, Frantinus Nirigi mengaku membawa bom saat di dalam pesawat Lion Air di bandara Supadio Pontianak. Hal tersebut memicu para penumpang lainnya berhamburan keluar dari pesawat. Namun, setelah diperiksa menyeluruh, bom itu tidak ada.

Marilah kita kaji perbuatan Frantinus Nirigi tersebut menggunakan definisi baru terorisme dalam UU baru tersebut.

1. Unsur perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut. Perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh Frantinus Nirigi belum terbukti. Akan tetapi ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terbukti secara jelas dan nyata. Dari video yang merekam kejadian tersebut terlihat para penumpang diliputi rasa takut sehingga mereka dengan terpaksa membuka pintu darurat pada sayap pesawat dan mengambil resiko berdesakan di atas sayap yang licin. Kemudian karena didesak oleh rasa takut yang sangat tinggi orang tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan, terpaksa meloncat dari atas sayap pesawat yang mempunyai ketinggian sekira 3 meter dan sangat berpotensi cedera kaki atau badan.

2. Unsur secara meluas.Yang membedakan tindak pidana biasa dengan tindak pidana terorisme salah satunya adalah jumlah korban yang banyak atau korban yang terdampak dari perbuatan teror meluas atau berdampak luas atau banyak orang. Dalam peristiwa ini korban dari perbuatan teror yang diduga dilakukan oleh Frantinus Nirigi amat sangat banyak sekali, bukan hanya satu orang dua orang, tetapi satu pesawat, diperkirakan lebih dari seratus orang, semua merasa takut dan terteror oleh perbuatan yang diduga dilakukan oleh Frantinus Nirigi.

3. Unsur dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan. Motif ideologi belum terbukti. Motif politik belum terbukti. Namun untuk motif gangguan keamanan secara sekilas jelas dan nyata perbuatan Frantinus Nirigi tersebut menimbulkan gangguan keamanan bandara sebagai area publik yang harus steril dari gangguan keamanan.

Motif adalah sikap batin dari Frantinus Nirigi yang akan diperiksa lebih detail tentang sikap batinnya yang mendorong untuk melakukan perbuatan pidana tersebut. Motif ini akan batal demi hukum jika ternyata Frantinus Nirigi memiliki penyakit jiwa atau gila atau edan. Maka selesailah sudah peristiwa hukum dugaan tindak pidana terorisme ini harus dinyatakan batal demi hukum, karena subyek hukum yang diduga melakukan tindak pidana tidak bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Namun jika ternyata Frantinus Nirigi tidak menderita penyakit jiwa maka unsur motif gangguan keamanan terpenuhi. Sehingga dengan demikian peristiwa hukum yang diduga dilakukan oleh Frantinus Nirigi tersebut harus dinyatakan sebagai tindak pidana terorisme, bukan tindak pidana biasa, untuk pertama kalinya setelah UU baru disetujui oleh DPR RI 3 hari sebelumnya.

Densus 88 harus mendalami siapa atau organisasi apa dibalik Frantinus Nirigi?
Apakah perbuatan tersebut diinspirasi dari ajaran agamanya?
Guru agama mana yang mengajarkan perbuatan seperti itu?
Adakah orang orang lain yang terpapar oleh ajaran terorisme tersebut?

DPR RI yang sesuai UU baru mempunyai kewenangan pengawasan terhadap pelaksanaan UU tersebut harus mengawal kasus ini agar dapat berjalan secara transparan, adil dan beradab.

Ditulis oleh MS. Kalono

(bin / Fb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: