Ungkap Sindikat Pemalsuan Buku KIR, Polres Jakut Terima Penghargaan

Sketsanews.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara, Kamis (21/11). Penghargaan diberikan atas kesuksesan jajaran Polres Jakut dalam mengungkap sindikat bapak dan anak pembuat buku KIR palsu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya berterimakasih terhadap kinerja positif jajaran kepolisan. Dia berharap, upaya serupa banyak dilakukan oleh pihak lain andai masih terjadi pemalsuan.

“Saat ini Kemenhub memang sedang menindak tegas para pelaku pemalsuan buku KIR ini,” ujarnya di sela acara pemberian penghargaan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (21/10).

Diakuinya, modus pemalsuan buku KIR masih sering ditemui. Kadang, bukunya asli namun isinya palsu. Tak jarang pula sebaliknya. “Hal tersebut sangat merugikan banyak pihak,” tambah Budi.

Dia pun tak menampik jika buku KIR memang mempunyai banyak kelemahan. Salah satunya adalah tidak adanya pengaman, sehingga mudah dipalsukan.

Pihaknya pun berencana mengganti buku KIR tersebut dengan kartu yang ada chip-nya. Chip nantinya tidak bisa dibaca oleh sembarang orang, hanya bisa dibaca oleh handphone khusus yang akan diberikan kepada masing-masing Dishub.

“Jadi nantinya pada awal 2020 kami (Kemenhub) akan mengganti buku KIR dengan BLUe,” jelasnya.

Dalam kasus pemalsuan buku KIR tersebut, tim Reskrim Polres Jakarta Utara berhasil menangkap dua orang pelaku bapak dan anak yaitu RA dan BS di kawasan Sunter, Tanjung Priok. Dari lokasi kejadian, ditemukan 405 buku uji KIR palsu yang siap didistribusikan kepada pelanggannya. Selain itu, turut diamankan pula 811 lembar sticker palsu.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi menuturkan, berdasarkan keterangan pelaku, kegiatan pemalsuan buku KIR tersebut dilakukan sejak 2007 dengan melibatkan sang anak. Masyarakat sekitar pun tahu, tapi sebatas biro jasa uji KIR.

“Namun, selama ini tidak ada kendaraan yang datang untuk diuji,” ungkapnya.

Budhi turut menegaskan, kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran untuk semua pihak bahwa dalam fungsi pengawasan harus ada sinergisitas. Saling mengawasi bukan hanya dari Kepolisian namun juga Kemenhub dan seluruh jajaran bahkan sampai tingkat daerah.

▶ Sumber : Jawapos ◀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: