Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Pendidikan Unik, 100 Persen Pendaftar yang Lolos Sekolah Ini Berbekal SKTM

Unik, 100 Persen Pendaftar yang Lolos Sekolah Ini Berbekal SKTM

Ilustrasi PPDB Online (Foto: Agung Pambudhy)
Ilustrasi PPDB Online (Foto: Agung Pambudhy)

Sketsanews.com, Blora – Kejadian unik kembali ditemukan dalam proses Penerimaan Peserta didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 ini. Di SMK Negeri 1 Blora, seluruh peserta yang dinyatakan lolos dalam PPDB berbekal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Berdasarkan pantauan di situs //jateng.siap-ppdb.com/#/040001/hasil/seleksi/42030024/1/1/simple ada 8 jurusan yang dibuka. oleh SMK Negeri 1 Blora. Dari seluruh jurusan yang ada, jumlah siswa miskin sama dengan total jumlah siswa.

Kepala SMK Negeri 1 Blora, Mariya, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. ia tak memungkiri, seluruh siswa yang lolos seleksi PPDB di sekolahnya itu semuanya melampirkan SKTM.

“Iya benar, memang ada sebagian, bukan sih tapi keseluruhan memang. Kondisi di lapangan seperti itu kita tinggal menjalankan,” kata Mariya saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (7/7/18).

Dia juga mengakui proses PPDB yang telah dilakukan di SMK terkait sudah sesuai regulasi yang ada. Kini berkas yang ada telah dilimpahkan kepada pihak panitia PPDB SMK Kabupaten Blora.

“Awalnya ya ada yang tidak menggunakan SKTM, tapi kemudian mereka mencabut form (berkas) pendaftaran. Karena berdasarkan hasil seleksi yang tidak pakai itu (SKTM) posisinya di bawah sehingga langsung tergantikan dengan yang punya SKTM,” paparnya.

Berdasarkan data, pendaftar dengan nilai akhir yang tercantum dalam hasil seleksi tertinggi yakni 34,03 yang memilik jurusan teknik kendaraan ringan otomotif. Ada pula pendaftar dengan nilai akhir 18,93 menduduki peringkat dua di jurusan pemesinan, karena siswa tersebut masuk dalam kategori siswa miskin dan siswa prioritas diterima. (wal/detikcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: