Sketsa News
Home Berita, Headlines, News, Pendidikan Unila Ngutang Luar Negeri Rp 550 M, Demi Selesaikan RSP

Unila Ngutang Luar Negeri Rp 550 M, Demi Selesaikan RSP

Masterplan bangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Lampung. (Kurnia Mahardika/JawaPos.com)

Sketsanews.com, Lampung – Hampir 7 tahun pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Lampung (Unila) mandek. Sejak tahun 2011 sampai sekarang hanya terlihat pondasi dan tiang-tiang bangunan di bangunan rumah sakit yang terletak di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam tersebut.

Setelah berjibaku dengan masalah pendanaan, kini akhirnya pembangunan RSP Unila dilanjutkan. RSP Unila mendapat bantuan dana hibah sebesar Rp 30 miliar dari Pemerintah Kota Bandarlampung.

Namun demikian Rektor Universitas Lampung Prof Hasriadi Mat Akin menjelaskan bahwa dana puuhan miliar tersebut baru membangun satu dari total 6 gedung yang direncanakan sesuai dengan masterplane di awal pembangunan.

Ia melanjutkan untuk menyelesaikan pembangunan RSP dengan 5 bangunan utama berlantai empat. Pihaknya sudah mengajukan dana pinjaman ke luar negeri. “Dana pinjaman luar negeri sedang di proses di Bapenas untuk membangun lima gedung yang lain. Semoga 2018-2019 lima gedung tersebut sudah terbangun,” terangnya dalam acara peresmian pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Jumat (9/2) di Unila.

Menurutnya untuk membangun gedungnnya saja dibutuhkan dana hampir Rp 600 miliar. Jika ditambah dengan peralatannya bisa mencapai Rp 1 triliun. Pinjaman yang diajukan, imbuhnya yakni USD 41 juta atau sekitar Rp 550 miliar.

Meski demikian, Hasriadi mengaku berterimakasih atas bantuan dari Pemerintah guna pembangunan satu buah gedung RSP tersebut. Karena hal ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan Universitas Lampung.

Dikutip dari Jawapos, “Saya ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandarlampung yang sudah peduli dengan Universitas Lampung. Semoga setelah selesai pembangunan gedung dapat segera difungsikan sebagai wahana pendidikan mahasiswa kedokteran dan membantu masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang baik,” terang dia.

Hasriadi menjelaskan bahwa RSP Unila berbeda dengan rumah sakit lainnya. karena RSP akan memadukan pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian. “Pelayanan di rumah sakit ini akan lebih luas. Artinya pelayanan primer, sekunder dan tersier akan menjadi satu dalam satu RSP. Hal ini karena RSP juga mengembangkan ilmu Pendidikan Kedokteran,” jelasnya.

(Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: