Unsoed Terima Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri

Universitas Jenderal Soedirman (Istimewa)

Universitas Jenderal Soedirman (Istimewa)

Sketsanews.com, Purwokerto – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akan menerima mahasiswa baru melalui beberapa jalur. Selain melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi (SBMPTN), Unsoed juga akan tetap menerima mahasiswa baru melalui jalur seleksi mandiri.

“Kuota mahasiswa baru yang akan diterima melalui jalur mandiri ini sebesar 30 persen dari total mahasiswa baru yang akan diterima. Progam studi yang disediakan, sama dengan prodi yang disediakan pada seleksi SBMPTN maupun SNMPTN,” kata Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Suwarto , Sabtu (19/5/2019).

Pada tahun 2019, Unsoed akan menerima sebanyak 3.850 mahasiswa baru. Dari jumlah itu, sebanyak 20 persen telah diterima melalui jalur SNMPTN, 50 persen akan diterima melalui jalur SBMPTN, dan sisanya sebanyak 30 persen melalui jalur mandiri.

Melansir dari Republika Rektor menyebutkan, pendaftaran SPMB jalur mandiri Unsoed akan dibuka mulai 1-12 Juli 2019. Sedangkan pelaksanaan ujiannya, akan dilaksanakan 20-21 Juli 2019. “Hasil ujian mandiri ini akan diumumkan 30 Juli 2019 dan jadwal registrasi mahasiswa pada 12-13 Agustus 2019,” katanya.

Namun dia menyebutkan, penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri ini, juga terbagi dalam dua metode seleksi. Yakni, jalur yang menggunakan nilai UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) dan yang tidak menggunakan jalur UTBK. “Namun pendaftar pada kedua jalur tersebut, wajib mengikuti ujian tulis. Hanya pada jalur seleksi UTBK, nilai UTBK akan menjadi pertimbangan,” katanya.

Hal lain yang juga membedakan dengan jalur lainnya, Rektor menyebutkan, calon mahasiswa yang diterima di Unsoed melalui jalur ujian mandiri, akan dikenakan uang pangkal. Besarnya uang pangkal, disesuaikan dengan kebutuhan biaya pendidikan di masing-masing program studi.

”Dalam soal besar-kecilnya uang pangkal, yang menentukan pihak program studi. Pihak prodi yang lebih tahu mengenai kebutuhannya,” kata Rektor.

Namun dia menyebutkan, besaran uang pangkal ditetapkan berdasarkan beberapa kriteria yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua juga. Dengan kriteria ini, ada prodi yang hanya menetapkan uang pangkal senilai Rp 5 juta per mahasiswa, namun ada juga juga prodi yang menetapkan yang pangkal hingga Rp 300 juta.

Dengan demikian, kata Rektor, selain kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), mahasiswa baru yang diterima melalui jalur mandiri juga harus membayar uang pangkal. “Pembayaran uang pangkal ini dibayar pada masa pendaftaran sebelum kegiatan kuliah dimulai,” ucapnya. (Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: