Velg Asal Malaysia Laku Keras

Foto : istimewa

Foto : istimewa

Sketsanews.com, Jakarta – Setiap masa selalu ada pelek yang laris manis di pasaran.

Ketika zaman balap underbone atau bebek di tahun 2000-an muncul pelek DAICHI, Daytona, AHRS dan BRT.

Begitupun sekarang muncul juga pelek yang sedang banyak diminati.

Namun ada saja yang menyangsikan kekuatan pelek yang sedang jadi impian para pengguna motor ini.

Seperti yang diungkap Fatih Alexander Teddy di grup YAMAHA F1ZR MANIA/FISER MANIA.

Di postingannya dia kasih caption:

Pada takut pake RCB 522? Nih udah pake 2thn aman² aja tuh. Pelan² saja lah pakainya biar awet, lagian nenek moyang kita bukan pembalap, melainkan pelaut.

Sesuaikan dengan kemauan, keinginan dan budget untuk semua hal.

Postingan Fatih Alexander Teddy ini banyak mengundang reaksi dari para pengguna pelek RCB tipe 522 ini.

Rupanya sebelumnya ada yang memposting pelek RCB patah.

Seperti yang dibilang akun Darmansyah, ” Saya aja jijik liat orang posting RCB yg patah itu.”

Meski dibilang patah tapi faktanya banyak yang membela kalau pelek RCB ini kuat.

Aditya Umardi: Daily use buat ngantor aman2 aja, balik lagi ke selera dan penguasaan medan.

Bintang VR: Udh 5 bulan nonstop pulang pergi jarak purbalingga pemalang dg jalanan yg sangat sangat kurang baik aman aman aja mskipun prnah masuk lobang.

Jose Lan Jovan: Pada dasarnya velg ini dipakai hanya untuk race saja dan jalan yg datar, kalau dipakai utk harian y balik ke kita sendiri yg menilai, mw aman ya lihat sikon jalanan, jgn jalan berlobang polisi tidur main hajar aja,,,,, sdh jelaskan peruntukannya hy race dan jalan datar…. Cimiiwwwww.

Reka Fauzi: Allhamdulillah make sp522 bogor-bali-bali-bromo,sampe bogor lagi allhamdulillah aman.

Dikonfirmasi ke pihak RCB (Racing Boy) Indonesia selaku pemegang resmi jualan pelek Malaysia ini.

Katanya memang sedang laris manis. “Laku kerassss,” ucap Robby Ganie dari bagian R & D Racing Boy Indonesia.

Pelek Racing Boy ini punya keistimewaan, palangnya bolong alias berongga, sehingga lebih enteng.

“Lebih ringan dari standar,” jelas Robby yang juga jualan merek UMA yang juga dari Malaysia.

Penasaran, pelek palang 5 itu langsung ditimbang. Untuk bebek ukuran depan 1,40×17 beratnya 2,55 kg.

Sedangkan yang belakang 1,60×17 bobotnya 3,79 kg.

Untuk yang belakang 1,40×17 beratnya 3,00 kg.

Khusus untuk Mio ini dijual terpisah dan paling laku tentu yang depan.

Karena dipakai balap malam dan dragbike yang depan kebanyakan pelek palang, sedangkan yang belakang jari-jari.

Untuk harganya yang depan Rp 800 ribu dan belakang Rp 915 ribu.

Bagi yang mau info lebih silakan tanya pada  PT Enwan Multi Partindo sebagai distributornya di Ruko Citra Raya U1 No. 48-49 Cikupa, Tangerang, Banten. (Gs)

 

sumber: motorpkus

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: