Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Politik Wacana Gerindra dan PDIP Berkoalisi Dinilai tak Realistis

Wacana Gerindra dan PDIP Berkoalisi Dinilai tak Realistis

Prabowo Subianto dan Jokowi./Republika

Sketsanews.com, Jakarta – Wacana soal kemungkinan Gerindra dan PDI Perjuangan berkoalisi dianggap sangat tidak realistis. Pakar Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai justru akan lebih realistis bila Jokowi memilih cawapres Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) daripada berkoalisi dengan Gerindra.

“Jokowi sangat pantas menggandeng Cawapres yang bisa ikut mendongkrak elektabilitasnya. Dua hal yang harus dilakukan Jokowi, memacu pembangunan, dan menguatkan pasangan cawapres. Ya AHY. AHY sudah mencoba berkomunikasi dengan Pak Jokowi,” katanya dalam keterangan, seperti yang dikutip dari Republika, Rabu (13/6).

Selain itu, menurut dia, AHY akan lebih mampu meraup suara kaum milenial. Apabila kemudian didorong berpasangan dengan Jokowi, ia yakin kekuatannya lebih terlihat. Dan elektabilitasnya akan luar biasa.

Bukan hanya itu, dari sisi elektabilitas, AHY jauh lebih tinggi keterkenalannya dibandingkan cawapres-cawapres alternatif lain seperto Gatot Nurmantyo dan Tuan Guru Bajang (TGB).

“Gatot Nurmantyo, sangat rendah. Sementara penentuan sebagai calon, (pemilu) ini kan gawe-nya partai. Partai yang central menentukan. Seperti calon-calon yang elektabilitasnya rendah, masa iya dipaksakan,” ungkapnya.

Apalagi ia menilai, Jokowi sendiri belum aman karena belum sampe 50 persen. Dan masyarakat masih banyak swing votter. Dan bagi partai Demokrat menurut dia, berpasangan dengan Jokowi akan menjadi momentum kembalinya Demokrat ke gelanggang pemerintahan.

“Saya pikir Partai Demokrat juga punya periode berkuasa, jadi saya pikir tidak mungkin demokrat hilang begitu saja. Jadi masih banyak simpatisan dan yang militan dengan demokrat masih ada. Jadi kalu digabung akan luar biasa, imbuh Emrus.

Sebelumnya Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri bertemu di Istana Bogor pada Selasa (12/6) malam kemarin. Pertemuan keduanya membahas sosok tepat yang akan menjadi cawapres.

Di waktu yang bersamaan, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra yang juga Wakil Gubernur DKI, Sandi Aga Uno mewacanakan peluang koalisi reuni Gerindra-PDIP mungkin bisa terulang di Pilpres 2019.

“Sangat mungkin. Saya, Pak Hasto, dan PDIP punya, yaitu satu ekonomi kerakyatan sesuai Pasal 33 UUD 1945 untuk membangun ekonomi yang sama-sama kita share, kita perjuangan untuk rakyat. Itu jadi role,” kata Sandiaga.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: