Waka MPR: BIN Jangan Perkeruh Suasana

Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid (ANTARA /Wahyu Putro A)

Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid (ANTARA /Wahyu Putro A)

Sketsanews.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid berharap Badan Intelijen Negara (BIN) jangan
memperkeruh suasana dengan menyampaikan informasi yang validitasnya perlu dipertanyakan.

“BIN jangan menambah kekeruhan dengan informasi yang validitasnya perlu dipertanyakan karena
terkait dengan info sekian masjid terpapar paham radikal yang sudah ditolak Wakapolri yang lalu,”
kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya terkait informasi yang disampaikan BIN mendapatkan laporan dari
Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat(P3M) NU bahwa 50 Penceramah di 41
masjid lingkungan pemerintah terpapar radikal.

Seperti yang dikutip dari Antara, Hidayat menilai informasi yang dimiliki BIN biasanya tidak disiarkan kepada masyarakat namun
disampaikan kepada Presiden sebagai “user”.

Menurut dia, sebaiknya apabila ada masalah yang serius segera diselesaikan sehingga jangan
diumbar ke publik.

“Jangan diumbar ke publik namun hadirkan bukti serius dan ajak bicara pihak-pihak yang punya
kewenangan menyelesaikn masalah tersebut,” ujarnya.

Hidayat yang merupakan politisi PKS itu menilai tugas BIN bukan berwacana apalagi
menghadirkan informasi yang belum tentu kebenarannya.
Dia mengatakan jangan sampai informasi yang disampaikan BIN menimbulkan teror di
masyarakat.

Sebelumnya, Jubir Kepala BIN Wawan Hari Purwantomengatakan institusinya mendapatkan
laporan dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat(P3M) NU bahwa ada 50
Penceramah di 41 masjid lingkungan pemerintah terpapar radikal.

Dia mengatakan, hasil survei yang dilakukan oleh P3M NU sebagai peringatan dini dan
ditindaklanjuti dengan pendalaman serta penelitian lanjutan oleh BIN.

“Masjidnya tidak radikal, tapi ada penceramahnya di masjid di lingkungan pemerintah semua di
Jakarta,” kata Wawan di Jakarta, Selasa (20/11).

Wawan tidak menyebut secara jelas apakah penceramah tersebut terafialiasi dengan kelompok
berajaran radikal tertentu atau tidak, namun yang pasti BIN terus melakukan pendalaman.
Dia mengatakan pihak yang terpapar tersebut menyampaikan ujaran-ujaran kebencian dan
mengkafir-kafirkan orang lain.

Wawan mengatakan, masjid yang berada di kementerian/lembaga maupun BUMN perlu dijaga
agar penyebaran ujaran kebencian terhadap kalangan tertentu melalui ceramah agama tidak
mempengaruhi masyarakat dan mendegradasi Islam sebagai agama yang menghormati setiap
golongan.

Menurut dia, BIN memberikan peringatan dini atau “early warning system” dalam rangka
meningkatkan kewaspadaan, tetap menjaga sikap toleran dan menghargai kebhinekaan.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: