Walikota Malang Akan Tindak Tegas Pelaku Pedofilia di SDN Kauman 3

Sutiaji Wakil walikota Malang seusai upacara peringatan Hari Pahlawan (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Walikota Malang, Drs. Sutiaji. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Walikota Malang, Sutiaji akan menindak tegas pelaku Pedofilia yang terjadi di SDN kauman 3 yang menelan korban hingga mencapai 20 siswa, Selasa, 12/2/2019.

Hal ini diungkapkan Sutiaji saat melakukan sidak ke SDN Kauman 3 bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Totok Kasianto, M.Pd, kemarin.

Sutiaji menegaskan, bahwa pihaknya telah memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk segera memberikan sanksi kepada oknum PNS yang telah melakukan pelanggaran sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Selain itu Sutiaji juga memerintahkan Kepala Sekolah SDN Kauman 3 beserta Dinas Pendidikan Kota Malang untuk mengumpulkan wali murid guna dialog dan memberikan jaminan kepastian serta rasa aman pada wali murid agar lebih tenang dalam menyekolahkan anak-anaknya.

“Jaminan rasa aman dan nyaman bukan saja harus diterima oleh wali murid SDN Kauman 3, namun juga kepada seluruh wali murid yang anaknya bersekolah di Kota Malang; jangan sampai citra pendidikan Kota Malang kembali tercoreng atas ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Sutiaji.

Baca juga: Kasus Pedofilia, Walikota Malang Datangi SDN Kauman 3

Ia berharap kejadian pemcabulan itu tidak terulang kembali. Pemerintah Kota Malang akan langsung bertindak dan mengambil kebijakan sesuai dengan aturan yang ada dalam rangka mengawal proses pendidikan di Kota Malang.

Dugaan kasus Pedofilia itu dilakukan oleh oknum PNS dengan inisial IM yang juga mengajar mata pelajaran olah raga.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Komang Yogi AW saat ditemui Sketsanews.com, pada Selasa (12/2) mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan upaya penyelidikan terkait kasus pedofilia yang terjadi di SDN Kauman 3.

Ia menegaskan, ketika sudah terkumpul dua alat bukti maka akan ditingkatkan ke penyidikan untuk kemudian ditetapkan siapa pelakunya.

“Jika nantinya terbukti maka akan dikenai Pasal 82 Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman 5 tahun maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Komang. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: