Walikota Malang Soroti Kemacetan Uji Coba Rekayasa Lalin

Walikota Malang, Drs. Sutiaji saat meninjau uji coba lalu lintas di jalan Jakarta, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jum'at, 11/1/2019. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Walikota Malang, Drs. Sutiaji saat meninjau uji coba lalu lintas di jalan Jakarta, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jum’at, 11/1/2019.

Sketsanews.com, Malang – Walikota Malang, Drs. Sutiaji menyoroti penumpukan kendaraan pada hari kedua uji coba lalin di jalan Jakarta, Kecamatan Klojen Kota Malang, Jum’at, 11/1/2019.

Sutiaji menilai bahwa adanya penumpukan kendaraan di kawasan jalan Jakarta, jalan Bandung, dan jalan Surabaya.

“Ini saya lihat masih ada penumpukan pada titik temu kendaraan yang mau masuk jalan jakarta (depan Bakorwil). Khususnya dari jalan Raung dan dari jalan Bandung menuju jalan tersebut”, kata Sutiaji.

Dengan adanya penumpukan itu, Sutiaji meminta kepada Kepada Kabid Rekayasa Lalin Dinas Perhubungan Kota Malang, Agus Mulyadi dan petugas Lalin Polres Malang Kota untuk melakukan manajemen rekayasa lanjutan.

(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

“Jadi saya minta kendaraan dari arah jalan Bandung yang ingin berbelok ke jalan Jakarta di depan Bakorwil tidak bisa langsung, namun harus masuk ke jalan Raung menuju Timur, nanti berputarnya di Simpang Balapan baru mengarah ke utara belok ke depan Bakorwil”, terang Sutiaji.

Sementara itu kendaraan yang dari jalan Raung bila ingin ke arah barat menuju jalan Jakarta, tidak bisa langsung crossing, tapi dari jalan Raung harus belok kiri ke arah selatan menuju Simpang Balapan terlebih dahulu,” tukas Sutiaji.

Rencananya, uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan jalan Jakarta akan dilaksanakan selama satu bulan terhitung sejak 10 Januari hingga 10 Februari.

Tak hanya itu, Walikota Malang juga menyoroti kemacetan di jalan Bandung di kompleks TK Restu, MIN Malang 1, MTsN, serta MAN yang menjadi keluhan masyarakat.

Baca juga: Urai Kemacetan, Dishub Kota Malang Berlakukan Satu Arah

“Kalau di jalan Bandung karena adanya faktor penumpukan parkir kendaraan orang tua siswa, tidak hanya depan sekolah tapi juga sisi utara jalan”, ujar Sutiaji.

Menangapi keluhan masyarakat soal kemacetan itu, pemerintah Kota Malang telah memberikan dua solusi yakni, sekolah menyediakan layanan kendaraan antar jemput sekolah sehingga orang tua tidak perlu lagi mengantarkan.

“Adapun yang kedua, untuk drop zone kendaraan pengantar tidak lagi jalan raya, harus drop masuk ke area sekolah”, tegas Walikota Malang.

Orang nomor satu di Kota Malang juga menyinggung rekayasa lalu lintas di Soekarno Hatta. Ia memerintahkan kendaraan yang datang dari arah Barat yang akan menuju ke timur harus berbelok dulu ke jembatan Soekarno Hatta dan tidak boleh langsung lurus. Sementara pintu keluar kendaraan dari UB ditutup, sehingga tidak arus crossing menuju jembatan Soekarno Hatta. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: