Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Warga Kampung Akurium Masih Trauma Dengan Penggusuran Era Ahok

Warga Kampung Akurium Masih Trauma Dengan Penggusuran Era Ahok

 

Kampung Akuarium (Evi Ariska/ JawaPos.com)

Sketsanews.cm,Jakarta- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah membangun Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Pada saat pembangunan itu warga pun membandingkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tenda-tenda penampungan berdiri kokoh di atas reruntuhan pemukiman warga. Shelter untuk korban penggusuran warga Kampung Akuarium akan menampung 107 Kepala Keluarga (KK).

Tokoh Masyarakat Kampung Akuarium, Teddy, masih teringat masa kekejaman Ahok saat meratakan pemukiman warga. Tanpa mendengar aspirasi warga, Ahok tega membuat ratusan warga kehilangan tempat tinggalnya.

Pembangunan shelter Kampung Akuarium

Pembangunan shelter Kampung Akuarium (Evi Ariska/ JawaPos.com)

Pria berambut putih ini bersama warga lainnya masih merasakan kesedihan dan trauma yang sangat mendalam. Hal ini setelah penggusuran yang dilakukan pemerintah sebelumnya dibawah kepemimpinan Ahok.

“Sangat menyedihkan, marah. Waktu itu penggusuran masa ujian, tiba-tiba anak pulang sekolah rumahnya sudah engga ada, bagaimana perasaannya? Banyak anak-anak kecil yang tanya ‘Bapak punya dosa apa sih sama Pak Ahok? Rumah kita sampai digusur begini, anak kecil aja bicara begitu,” kenangnya.

Padahal kata Teddy, kala itu Ahok telah diacuhkan oleh warga Kampung Akuarium, namun Ahok masih saja meneruskan penggusuran tanpa memberikan ganti rugi atau solusi. Dia bersama warga lainnya pun kukuh untuk tidak meninggalkan Kampung Akuarium dan berjuang bersama.

“Padahal, dalam sebelas hari dia (Ahok) dihancurkan dengan tidak sama sekali diajak bicara oleh masyarakat. Tak ada satu rupiah pun pergantian, hanya dianjurkan kerumah susun yang nan jauh disana,” kata dia.

Senada dengan warga lainnya, Suamiati, mengungkapkan kesedihannya saat penggusuran berlangsung. Saat itu, kata dia, kondisi rumahnya yang telah rata dengan tanah membuat keluarganya harus tinggal di sebuah perahu, padahal waktu itu Suamiati tengah mengandung.

“Kalau mengingat penggusuran sedih sekali ya, saya waktu itu lagi hamil anak saya yang kembar ini, saya ngungsi diperahu sampai disebut-sebut sebagai manusia perahu,” kenang Sumiati

Namun, setelah terpilihnya Anies-Sandi, setitik harapan pun menyemangati Sumiati bersama seluruh warga Kampung Akuarium. Sehingga, mereka memutuskan untuk bertahan dan memperjuangkan nasib mereka meski dalam kesengsaraan.

“Tapi sekarang kita punya harapan lagi dikembalikan Kampung kita, saya senang banget, engga cuma saya tapi semua warga Kampung Akuarium. Terima kasih buat gubernur kita karena sudah perhatikan rakyat kecilnya, janji beliau juga sudah ditepati,” pungkasnya.eperti dikutip dari Jawapos

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: