Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Wawancara Wawancara Eksklusif: Polwan Jago Tembak

Wawancara Eksklusif: Polwan Jago Tembak

Bripka Kurnia Hayati (kiri) dan Bripka Irma Andahwati (kanan) (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Kepolisian Resort Malang Kota patut berbanga karena memiliki Bripka Irma Andahwati dan Bripka Kurnia Hayati. Kedua anggota Polwan ini berasal dari kesatuan lalu lintas Polresta Malang yang mendapatkan predikat Polwan jago tembak.

Kedua Polwan Polresta Malang tersebut dinobatkan menjadi polwan jago tembak pada ajang parade penutupan pendidikan pembentukan Bintara Polri tugas umum TA 2017 di lapangan Krida Samaptha pusat pendidikan Sabhara Porong.

Kali ini Sketsanews berkesempatan bertemu langsung dengan 2 anggota Polwan Polresta Malang yang telah dinobatkan sebagai Jago tembak.

Bagaimana bisa tampil dalam acara parade penutupan pendidikan pembentukan Bintara Polri tugas umum TA 2017?
Awalnya iseng iseng latihan bersama dengan senior, dengan kemampuan yang kami miliki, akhirnya kami dilirik oleh Kapusdik Sabhara Kombes Pol A Fahruz Zaman. Dari sinilah kami mendapatkan undangan untuk tampil dalam parade penutupan pendidikan pembentukan Bintara Polri tugas umum TA 2017 di lapangan Krida Samaptha pusat pendidikan Sabhara Porong.

Bagaimana dengan reward yang diberikan atas prestasi kemarin?
Kemarin kita mendapatkan apresiasi dari Karorenmin Lemdiklat Brigjen Pol Jamaludin.
Selain itu, dari senior kami mereka sangat bangga. Imtinya dari pimpinan kami semua nangga baik dari Kapolresta, Kasatlantas serta teman-teman kami ikut ikut bangga.

Sebatas apa dukungan keluarga atas prestasi yang telah diraih?
Mereka semuanya bangga ketika kami perlihatkan video saat kami sedang peragaan. Keluarga semua mendukung dan bangga atas prestasi yang telah kami dapat. Rencananya ke depan kalau ada event-event maka kami akan ikut serta.

Berdasarkan spesialisasi, senjata apa yang paling mudah dioperasikan?
Kalau berdasarkan akurasi maka yang paling mudah adalah senjata jenis laras panjang. Karena jarang meleset. Adapun senjata jenis revolver kita bisa saja mengoperasikannya. Misalkan saja dari senjata jenis SS, pistol dan revolver maka yang paling sulit adalah senjata jenis revolver. Diantara berbagai jenis senjata yang paling sulit bagi kami adalah senjata jenis revolver.

Senjata jenis apa saja yang pernah digunakan selama berlatih?
Senjata jenis SS dan senjata api jenis revolver yang pendek seperti yang biasa dipakai polisi pada umumnya. Senjata jenis pistol juga pernah karena kemarin ketika kami berada di Mojokerto menggunakan senjata jenis pistol. Intinya semua senjata itu rumusnya sama tinggal bagaimana kemampuan kita masing-masing untuk mengendalikan senjata tersebut.

Gaya apa saja yang pernah dilakukan?
Pertama adalah gaya dengan cermin yaitu dengan cara posisi target berada di samping kiri sedangkan melihatnya dari sisi sebelah kanan. Kemudian yang berikutnya adalah gaya nungging kemudian gaya terlentang dengan menggunakan senjata jenis SS namun tetap dengan menggunakan satu tangan. Jadi dari berat senjatanya itu pun sudah mempengaruhi kekuatan tangan.
Kemudian gaya kepala dibawah dan kaki kita berada di atas dengan cara dipegangin orang lain. Artinya setiap macam-macam gaya itu memiliki kesulitan masing-masing. Namun dari berbagai macam gaya tersebut jika sudah memiliki bakat menembak maka tinggal nyari aja, istilahnya nyari selahnya gitu.

Adakah cara khusus untuk melatih kekuatan tangan saat menembak?
Ada. Seperti jarak antara wajah dengan senjata, kalau dulu selama kami di pendidikan memang ada latihan untuk kekuatan lengan dan tangan intinya semakin kita sering latihan maka akan semakin terbiasa.

Bripka Kurnia Hayati bersama Bripka Irma Andahwati (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Adakah tingkat kesulitan dari berbagai macam gaya menembak?
Paling sulit dari berbagai macam gaya adalah gaya dengan posisi membelakangi target. Ini yang menurut kami paling susah, karena untuk menyesuaikan nya kita membutuhkan waktu. Kalau gaya menembak dengan cara menutup mata itu justru kami bisa menguasai teknik tersebut. Sedangkan untuk gaya dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas memang ada kesulitan. Karena secara otomatis darah semua mengarah ke kepala, konsentrasi pun harus cepat, semakin lama konsentrasipun akan terganggu. Begitu juga dengan pengaturan nafas, disitu kita dituntut untuk bisa berkoordinasi antara nafas kita dengan nafas teman kita. Jika sudah siap makan kita komando untuk segera menyamakan nafas kita masing-masing.

Bagaimana dengan teknik menembak dengan cara menutup kedua mata?
Memang itu ada triknya, jadi harus menggunakan filing, kemudian harus latihan rutin supaya insting menembak itu tepat sasaran. Semua kembalinya pada kebiasaan kita jika sering berlatih maka akan semakin baik pula kemampuan kita dalam menembak.

Sebenarnya apa manfaat dari macam-macam gaya yang dilakukan dalam latihan menembak?
Jadi dari berbagai macam gaya-gaya dalam latihan itu nantinya kita dituntut untuk bisa menembak dalam berbagai macam posisi dan kondisi.

Apakah cuaca juga mempengaruhi akurasi dalam menembak?
Sangat berpengaruh sekali. Terutama kalau hujan maka itu berpengaruh pada pandangan mata kita dalam membidik target. Sementara ini kita menggunakan sasaran yang tidak bergerak maka cuaca seperti kelembaban udara, kecepatan angin itu tidak mempengaruhi karena memang jarak tembak yang tidak jauh.

Adakah fasilitas khusus untuk menembak?
Menembak itu beda dengan olahraga seperti voly, basket dan lainnya yang bisa dilakukan dimana saja. Sedangkan untuk menembak tudak seperti olahraga pada umumnya. Memang setiap beberapa bulan sekali itu ada latihan menembak. Iya, setiap semester itu ada latihan menembaknya.

Senjata jenis apa yang paling sering digunakan?
Revolver, tu yang sering digunakan kepolisian pada umumnya. Kalau untuk laras panjang maka itu biasanya hanya digunakan untuk pengamanan saja. Sebenarnya dalam menjalankan tugas utama kami tidak membawa senpi. Karena pengadaan senpi tersebut harus membuat pengajuan terlebih dahulu, serta tanggung jawab dalam membawa senpi itu sangat besar sekali. Makanya kami tidak membawa senpi dan tugas kami memang belum membutuhkan senpi.

Faktor apa yang mempengaruhi dalam hal menembak?
Fokus dan konsentrasi. Kemarin kita mencoba latihan dalam kondisi lapangan yang Hening maka kita lebih bisa menikmati latihan tersebut dan kita bisa lebih berkonsentrasi daripada suasana yang gaduh. Selain itu kondisi senjata juga mempengaruhi, bisa dikarenakan macet atau kotor terkena debu maka itu sangat berpengaruh sekali saat senjata itu digunakan.

Apakah ada tugas khusus dari pimpinan?
Belum.

Bagaimana jika kedepannya ada tugas khusus yang diberikan pimpinan untuk ahli tembak?
Kalau itu memang tugas dari pimpinan, ya kita siap menjalankannya.

Apakah ada pengalaman yang paling menarik selama berlatih menembak?
Ada. Terbentur, serta cedera-sidera ringan itu sudah pasti. Kemarin sempat kita memegang target dan senior kami yang menembak. Ternyata ini membutuhkan nyali yang sangat besar jika dibandingkan dengan kita menembak.

Bagaimana harapan kedepan ketika sudah memiliki kemampuan menembak yang lebih dibandingkan dengan teman-teman lainnya?
Kalau memang ada fasilitas yang ada untuk mengembangkan kemampuan kita, maka kami sangat bersyukur sekali. Harapan seperti itu ya paling tidak bisa membawa nama baik polwan. Jadi kita bisa membawa prestasi atas nama polwan. Kami berpesan juga kepada anggota kepolisian lainnya, sudah seharusnya kalau punya bakat menembak maka harus ditingkatkan, jangan kalah sama laki-laki.

(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: