Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Politik Yusril: Jika Amien Jadi Capres, PBB Mundur Dari Koalisi

Yusril: Jika Amien Jadi Capres, PBB Mundur Dari Koalisi

Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa partainya tidak akan berkoalisi dengan PAN maupun Partai Gerindra dan PKS jika Amien Rais diusung sebagai presiden pada pemilihan umum 2019. (CNN Indonesia/Artho Viando)
Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa partainya tidak akan berkoalisi dengan PAN maupun Partai Gerindra dan PKS jika Amien Rais diusung sebagai presiden pada pemilihan umum 2019. (CNN Indonesia/Artho Viando)

Sketsanews.com, Jakarta – Partai Bulan Bintang (PBB) tidak akan berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) maupun Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jika Amien Rais diusung sebagai presiden pada pemilihan umum 2019.

“Kalau Pak Amin (capres) kami (PBB) tidak akan ikut,” kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Selasa (12/6).

Yusril mengatakan, bagi PBB karier politik Amien sudah selesai. Selain itu, Amien sebelumnya juga menyatakan hanya akan memberikan dukungan kepada calon yang diusung nantinya.

“Nah, kalau tiba-tiba Pak Amien jadi maju (capres) kan jadi tanda tanya bagi kami semua. Sebenernya niatnya ini apa, untuk mengantarkan atau malah ingin maju,” ucap Yusril.

Pakar hukum tata negara ini juga menilai tidak tepat jika Amien disejajarkan dengan  Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena kedua tokoh tersebut memiliki visi dan misi perjuangan yang berbeda.

Selain itu, Mahathir jauh lebih unggul dari Amien jika ditinjau berdasarkan karier politik. Mahathir sudah menjadi perdana menteri selama beberapa periode hingga memberi banyak perubahan pada Malaysia.

Menurut Yusril, di tangan Mahathir, Malaysia yang tadinya dianggap lemah berubah menjadi negara maju dan bersaing dengan negara Asia lainnya.

Sedangkan Amien, menurut Yusril, tidak pernah menduduki jabatan pemerintahan. Mantan Ketua Umum PAN itu hanya pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat selama satu periode, yakni 1999-2004.

“Di MPR tidak begitu banyak kerjanya juga sebenarnya. Jadi, menurut saya tidak relevan membandingkan Amien dengan Mahathir. Beda latar belakang pengalaman dan pengabdian antara Amien dengan Mahathir,” kata Yusril.

Yusril mengatakan, PBB tidak akan mendekat dengan salah satu kubu. PBB, kata Yusril, akan fokus pada pemenangan para kadernya di Pemilihan Legislatif.

“Sekarang ini yang paling penting PBB eksis kembali dan masuk DPR walaupun tidak ikut pemerintahan yang dianggap ideal. Ya, lebih baik PBB menempatkan diri sebagai oposisi,” kata Yusril.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membuka kemungkinan mengusung Amien sebagai capres. Amien pun merasa masih layak untuk menjadi presiden Indonesia meskipun usianya tak lagi muda.

“Kalau Mbah Amien Rais ini kan, walaupun tua, ya tidak apa-apa. Begitu Mahathir. Jadi, saya jadi remaja lagi sekarang kan ya, jadi saya terima kasih Pak Mahathir,” ujarnya di rumah dinas Ketua MPR Zulkifli Hasan, di Jakarta, Sabtu (9/6).

Menanggapi itu, Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan pihaknya masih ingin berkoalisi dengan PAN pada Pilpres 2019. Namun, partainya tetap akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.

“Yang jelas kami konsisten calon Gerindra hanya Pak Prabowo,” kata Andre, Minggu (10/6), dilansir dari CNNIndonesia. (wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: